Pure Happiness

look at closer

Image source: pinterest

Bismillaah…

Hujan turun deras di sebuah pusat perbelanjaan dua hari lalu. Saya yang sedang menikmati pedasnya sate bebek, terpana melihat dua anak kecil tidak jauh dari tempat saya duduk. Mereka begitu menikmati guyuran hujan siang itu.

Kemudian tidak jauh dari mereka berdua, ada seorang bapak yang tak kalah girang bermain hujan sambil membawa sebuah balon berwarna merah muda. Entah milik siapa balon tersebut. Senyum lebar ketiganya di bawah rintik hujan yang mencuri perhatian saya. Masyaa Allah, seolah mereka bisa merepresentasikan bahwa hujan adalah rahmat dari Allah.

Continue reading

Karena Kita Tidak Tahu #24

Bismillaah…

Hampir seminggu lalu saya bertemu seorang teman saat kajian. Sudah cukup lama kami tidak bertatap muka, dan akhirnya berjumpa saat ia tengah hamil anak pertamanya. Saya pun memohon izin untuk memegang perutnya. Kemudian sang teman tiba-tiba berkata seperti ini,

“Ternyata emang rese’ ya Din ditanya-tanyain kenapa belum hamil.”

Dia pun bercerita bahwa di awal pernikahan ada teman sekantornya yang mungkin tiap hari atau tiap minggu menanyakan hal yang sama. Been there, dear! Hihihi. Tidak apa-apa, karena dari situ kita jadi belajar berempati.

Continue reading

Penikmat Kebaikan

Beberapa waktu lalu, saya memperlambat laju motor yang saya kendarai demi menyaksikan sebuah adegan membahagiakan di depan mata saya. Seorang bapak yang menggonceng anaknya menepi ke kiri jalan karena topi sang anak terjatuh ditiup angin. Bapak itu tak perlu repot mengambil topi yang terbang dan mendarat di tengah jalan karena sudah ada bapak lain yang mengambilkannya. It was really nice.

Saya senyum selama beberapa menit. Sangat indah pemandangan menyejukkan itu. Apalagi jika mengingat senyum bapak penolong dan yang ditolong.

Kebaikan itu NYATA. Dekat.

Continue reading

As Wide As The Ocean

Beberapa hari kemarin perilaku saya sangat hiperbola. Ya mungkin efek PMS juga sih (eeeaaa ada aja excusenya). Saya sedikit sakit hati dengan ucapan seseorang. Seketika ekspresi wajah saya berubah, senyumnya dipaksakan. 😳

Tidak berhenti sampai di situ. Avatar WhatsApp saya berubah jadi hitam. Statusnya emoticon sedih. Allahu Rabbii, kekanak-kanakan sekali saya saat itu.

Segala puji bagi Allah, hal itu tidak berlangsung lama. Kurang dari 12 jam saja. Walaupun kata-katanya masih membekas, setidaknya reaksi saya tidak berlebihan seperti kemarin-kemarin.

Kemudian saya teringat tulisan saya sendiri. Beberapa hari sebelumnya saya menulis status ini di akun facebook saya:

Continue reading

Nikmati Saja

Somebody says, “Enjoy and appreciate what you have, while you can.

Karena jangan sampai baru sadar akan nikmat sesuatu setelah sesuatu itu tak lagi kita miliki. Termasuk menjadi ‘single’. Ehem.

image

Image source: google

Dulu saat saya kuliah, pernah ada teman yang tidak sengaja nyeletuk seperti ini. “Dindin kok elo sendirian mulu sih ke mana-mana?” Saya hanya tersenyum kemudian tertawa pelan. Memangnya kenapa? Ada yang salah? Hehehe.

Continue reading

Ramadhan is Leaving

image

Image source: instagram

Jujur Ramadhan tahun lalu benar-benar terasa cepat. Tapi ternyata tahun ini terasa lebih cepat lagi. Tahu-tahu ia berada di penghujungnya. Ibarat bahtera, Ramadhan akan segera berlayar. Ia akan pergi meninggalkan saya, anda, dan kita semua selama 11 bulan ke depan.

Namun…
Ia akan kembali berlabuh pada hati orang-orang beriman. Apakah itu termasuk hati kita semua?

Ada sesimpul senyum saat meretas jejak Ramadhan yang telah lalu. Dini kecil yang mulai berlatih puasa. Berbuka tengah hari, dilanjut lagi setengah harinya.

Continue reading

Potensi Kebaikan

image

Image source: pinterest

Ada seorang kawan baik saya yang semasa hidupnya mau berteman tulus dengan saya. Dia (yang semoga dirahmati Allah) tahu latar belakang saya dan keluarga saya. Dia tahu saya tidak sempurna.

Meskipun saya sering jahil sama dia, dia tetap baik dan mau berteman dengan saya.

Meskipun saya pernah menyakiti hatinya, dia tetap baik dan mau berteman dengan saya.

Meskipun dia mengetahui secara rinci kekurangan keluarga saya, dia tetap baik dan mau berteman dengan saya.

Meskipun saya pernah mendiamkan dirinya, dia tetap baik dan mau berteman dengan saya.

Continue reading