Tiga

Bismillaah…

Saya masih ingat dengan jelas sepekan setelah menikah, suami menawarkan untuk membelikan beberapa pasang handsock atau manset tangan agar pergelangan tangan saya tidak lagi terlihat ketika tangan saya bergerak ke atas atau ke mana pun yang menyebabkan lengan baju ‘melorot’ (kekurusan kali ya hehe). Saya bersyukur sekali karena suami sangat memperhatikan cara berpakaian istrinya. Meskipun bagian tangan yang terlihat sangaaaattt sedikit, tetap saja itu merupakan aurat yang tidak boleh dilihat oleh yang bukan mahram.

Alhamdulillahilladzi bini’matihi tatimmushshalihaat…

Continue reading

Advertisements

Jaga Hati

Bismillaah…

Hari terakhir di bulan Syawwal. Sudah tiga pekan terakhir ini undangan pernikahan datang dari kawan saya dan suami. Alhamdulillah wa masyaa Allah… Turut berbahagia untuk teman-teman yang akhirnya bertemu jodohnya.

Bagi yang masih menanti, harap bersabar ya. Teguhlah dalam menjaga hati kalian dari hal-hal yang memang Allah larang. Nanti akan ada saatnya kalian memetik buah kesabaran kalian dengan sangat manis.

Continue reading

Menikah = Mematikan Potensi?

Bismillaah…

mr-mrs

Image source: pinterest

Pernikahan adalah sebuah mitsaqan ghalizha (perjanjian yang kuat). Apa-apa yang haram menjadi halal, yang maksiat menjadi ibadah. Ada komitmen dan tanggung jawab di dalamnya. Tentunya semua dilakukan dengan penuh kasih sayang di antara dua insan yang berlainan jenis.

Pasangan yang baik saya rasa akan mengizinkan orang yang dicintainya untuk bahagia menjadi dirinya sendiri, tanpa kehilangan jati diri atau berusaha menjadi orang lain.

Continue reading

365 Days

“…Kamu melengkapiku.”

Dua kata di atas adalah potongan surat untuk mas suami yang dengan sengaja saya selipkan di tas kerjanya. Inginnya sih tiba-tiba ditemukan, apalah daya saya tetap harus memberi kode lewat whatsapp bahwa ada ‘sesuatu’ di tasnya. #gagalsurprise 😂

Tapi untuk pagi ini, kejutannya berhasil ditemukan. Berbekal pengalaman yang telah lalu, maka sekarang diselipin di laptop biar langsung dibuka di kantor. Hihihi.

Sekedar prolog saja, saya adalah seorang introvert yang amat sulit membahasakan apa yang ingin saya sampaikan dengan berbicara langsung. Saya lebih nyaman mengutarakannya melalui tulisan.

Continue reading