I Miss Her

Bismillaah

Seperti baru kemarin dia adalah seorang bayi lucu menggemaskan. Dia yang lahir ketika kakak pertamanya ini hampir lulus SMP. Dia yang kemudian tumbuh dengan kejutan-kejutan di setiap tingkah lakunya. Dia yang tanpa terasa telah lulus Sekolah Dasar.

Continue reading

Advertisements

Betah di Rumah

Bismillaah…

IMG20180223103810

somewhere in Bali

Semenjak menikah, ke mana pun saya akan pergi, apapun kegiatan yang akan saya ikuti, saya harus meminta izin kepada suami. Ridha suami sangat berpengaruh dalam apa saja yang akan dan sedang saya lakukan.

Sampai saat ini suami seringkali mengizinkan saya untuk keluar rumah. Entah untuk pergi kajian, belanja ke pasar, bertemu teman, mengurus organisasi ibu-ibu departemen suami, atau berkunjung ke rumah orang tua saya. Selama meminta izin, saya dalam kondisi sehat, dan makanan untuk suami tersedia, insyaa Allah selalu diizinkan. Namun kalau sudah tampak lemas serta pucat dan tetap minta izin keluar, tentu saja tidak akan diizinkan hehe.

Continue reading

Saudariku, Apa Pilihanmu?

Bismillaah…

car_country-1

Image source: pinterest

Pagi tadi saat hendak membeli air galon, saya tercengang dengan sebuah kejadian. Saya yang sedang menyetir dibuat terkaget-kaget dengan abang penjual pentol di depan kendaraan saya. Di atas motornya, si abang terus memandang seorang perempuan yang baru saja menyeberang. Bahkan ketika sudah agak jauh, kepala si abang penjual terus saja menengok ke belakang untuk sekali lagi melihat perempuan itu.

Continue reading

You Are (Too) Precious

butterfly

Image source: we heart it

Bismillaah…

Kalau tidak salah hampir lima bulan lalu, di atas kereta Jakarta-Cepu, saya menyaksikan kejadian yang -bagi saya- kurang menyenangkan. Saat itu saya terbangun malam hari melihat seorang penumpang sedang memainkan handphonenya. Posisi kursi penumpang tersebut ada di depan penumpang di samping saya, atau dengan kata lain di serong depan saya sehingga saya bisa melihat aktivitasnya.

Saya perhatikan ia membuka sebuah media sosial, kemudian scroll down, terus ke bawah, dan akhirnya berhenti di satu foto perempuan. Dia pandangi lama foto tersebut, lalu di-zoom in. Ya, ZOOM IN, saudara-saudara!!! 😞

Continue reading

People Change

Bertemu dengan teman-teman lama rasanya selalu menyenangkan. Bahan obrolan seperti tidak pernah ada habisnya. Ada energi baru yang didapat jika bertemu mereka.

Beberapa hari lalu saya pun menyediakan waktu untuk bertemu ketiga teman lama saya saat kuliah. Well, masih tetap berteman baik dong sampai sekarang. Pertemuan ini sudah direncanakan jauh-jauh hari ketika saya mengabarkan akan ada di ibukota beberapa hari. Ya walaupun ada sedikit drama dalam menentukan waktu dan tempat bertemunya. 😁

Qadarullah ketiga perempuan ini bekerja di satu rumah sakit yang sama. Mereka bercerita bahwa sebelum datang ke tempat janjian, mereka habis belajar bahasa arab. Ada jadwal tersendiri untuk belajar bagi karyawan rumah sakit yang diurus oleh bagian kerohanian islamnya. Ma syaa Allah, keren amat kan ya!

Continue reading

Muslimah Jangan Latah

Beberapa waktu lalu, saya penasaran dengan aplikasi sn***h*t dan akhirnya mencoba mengunduhnya di handphone suami. Saya mencoba satu per satu filter-nya. Awalnya saya girang ketawa-ketiwi (atau malah norak) karena rasa penasaran itu terjawab sudah. Suami pun saya minta untuk ikut mencoba salah satu filter, hingga akhirnya suami menegur dan terjadilah percakapan ini.

Mas: Itu ngapain sih?

Saya: Mau nyobain. Lucu kan?!

Mas: Udah hapus aja. Itu bukannya kayak mengubah bentuk wajah ya? Kan nggak boleh.

Saya: … (mikir)

Mas: Hapus ya. Kita harusnya bersyukur dikasih wajah lengkap tanpa cacat. 🙂

Sedetik kemudian saya tersadar. Iya, bener kata suami. Filter-filter aplikasi tersebut memang ada yang menjadikan wajah kita seperti alien, bertanduk, lebah, kelinci, bahkan anj*ng [saya nggak nyobain yang guguk ini ya]. Ada juga face swap yang menjadikan wajah tertukar dengan wajah orang di samping. Astaghfirullah wa atubu ilaihi, terima kasih suamiku sudah mengingatkan.

Continue reading

Bangga dengan Ketaatan

Suatu hari saya berkunjung ke rumah seorang kawan yang sudah sangat dekat dengan keluarganya. Di tengah-tengah kunjungan, mereka menanyakan beberapa pertanyaan pada saya.

“Kerudungnya beli di mana, Din?”

“Kamu kalau cari gamis di mana sih, Din?”

“Ini kok handsock-nya lebar bolongan jempolnya?”

“Kami pelan-pelan belajar, Din.”

Cukup kaget. Tapi rasa senang lebih mendominasi karena satu keluarga kompak menuju kebaikan.

Di lain waktu teman SMA saya tiba-tiba menghubungi saya untuk menanyakan, “Din, kamu kalau beli khimar di mana?”

Ada pula saat teman di kantor bertanya, “Mbak, ini bahan kerudungnya apa? Kayaknya enak ga gampang kusut.

Dan berbagai pertanyaan lain yang menanyakan busana yang saya kenakan. Saya senang. Sangat senang bahkan. Bukan karena akhirnya merekomendasikan beli di mana pakaian tersebut, melainkan karena semakin banyak muslimah yang sadar akan perintah menutup aurat.

Continue reading