This Stage of Life

kite

Image source: We heart it

Bismillaah…

Pada usia ini, satu demi satu keindahan kehidupan cukup pernah disaksikan. Kemurah hatian seseorang, bagaimana rendah hatinya seseorang, pandainya seseorang dalam bertutur kata menyejukkan, dan lain sebagainya. Hal-hal demikian yang akhirnya membuat syukur terucap karena kebaikan masih mudah dilihat mata dan dirasakan hati.

Pada usia ini, satu per satu ujian menghampiri. Satu hal yang sejatinya akan selalu mengikuti bagi siapa pun yang mengaku beriman pada-Nya, hingga nanti nafas terhenti selamanya. Namun itu yang menjadikan diri kita menjadi diri yang sekarang, yang semakin kuat dan siap menghadapi ujian berikutnya biidznillah.

Continue reading

Advertisements

10K Hits

Iseng-iseng mengecek statistik Kasten Verhaal beberapa menit lalu. Super kaget! 😱 Ternyata blog ini sudah dilihat dan/atau dibaca lebih dari sepuluh ribu kali. Di usianya yang baru setahun lebih sembilan bulan, bagi saya itu pencapaian hebat.

Niat saya sebelumnya membuat Kasten Verhaal ini adalah untuk menyalurkan isi kepala atau pun isi hati saya dalam bentuk tulisan. Hanya untuk konsumsi pribadi yang di kemudian hari bisa saya baca lagi. Tidak pernah menyangka kalau akhirnya akan ada yang berkunjung atau bahkan membaca satu demi satu tulisan saya.

Sebagai apresiasi baby blog yang mencapai 10.000 hits, maka akan saya rangkum sepuluh tulisan yang masuk dalam top 10 sampai detik saya mengetik ini. Duile gaya bener ya, padahal mah blog ini masih termasuk kategori cupu dibanding blog-blog lain. Yah kalau bukan saya sendiri yang mengapresiasi, siapa lagi. Hehehe. 😂

Berikut sepuluh teratas tulisan yang paling banyak dibaca:

Continue reading

Baby Blog

Wah, sudah setahun ya umurnya Kasten Verhaal. Selamat ya! Kalau dalam perkembangan anak, kamu masih bayi nih. Teruslah berkembang, Nak. 🙂

Bagi saya, menulis itu bagian dari kebahagiaan. Rasa menyenangkannya itu seperti kita bercerita atau mengungkapkan isi kepala tanpa perlu dikomentari. Sebagian manusia kadang kala begitu bukan? Ingin didengarkan saja agar lega hatinya.

Pernah ada penelitian (maaf saya lupa siapa peneliti dan tahunnya) yang mengungkapkan bahwa beberapa pasien PTSD (Post-Traumatic Stress Disorder) di rumah sakit diberikan terapi ‘menulis buku harian’ untuk mengembalikan kestabilan psikologisnya. Ini berarti menulis dapat mengurangi tingkat stress.

Kak Achmad Lutfi juga pernah berkata:

Nanti, suatu saat nanti, tulisan kita yang melapangkan saat dada sempit.

Kurang lebih demikian redaksinya. Ya, saya sepakat. Dengan kehadiran Kasten Verhaal dan Almari Kisah yang saya buat, saya merasakan dampaknya. Ketika saya membaca kembali tulisan-tulisan lama saya, tidak jarang saya tersenyum sendiri. Ternyata saya pernah melewati masa-masa sulit, ternyata saya bisa bertahan, ternyata saya bisa menulis seperti itu, ternyata ternyata ternyata…… Ah, betapa lapangnya~

Terima kasih pada mereka yang melalui tulisannya, semangat saya selalu terpompa. I write to express, not to impress. Semoga bisa istiqomah deh ya prinsipnya itu.

Sekali lagi, selamat satu tahun Kasten Verhaal!
03102013-03102014

Behind The Story

Kok bikin blog baru sih, Din?

Sebenarnya seperti bikin rumah baru aja sih yang mana aku bebas mau ngapain aja. Jadi merasa lebih bebas menulis di blog baru ini, about anything. Tampilannya juga lebih rapi hehe sotoy. Lagi pula di yang lama udah agak insecure karena makin banyak followers, takut nggak bermanfaat buat mereka. Nyambung nggak sih? Wkwk.

Terus ‘Kasten Verhaal’ apaan?

Itu bahasa Belanda dari ‘Almari Kisah’. Branding blog aku (ceilah gaya).

Kenapa Belanda?

Biar meng-global aja sih. Kalau English aneh soalnya, jadi ‘Stories Cabinet‘ kan.

Kok milih nama Almari Kisah?

Well, kalau kamu adalah follower tumblr-ku, pasti baca dong di header atasnya tulisan ‘This is a deposit box of thoughts and stories I don’t wanna forget.‘ Almari sendiri kan nama lain lemari dimana umumnya berbentuk kotak. Biasanya berfungsi sebagai tempat penyimpanan pakaian. Sama juga dengan Almari Kisah. Secara keseluruhan berarti kotak penyimpanan mengenai hal-hal yang tidak ingin aku lupakan, baik itu pemikiran maupun cerita dan pengalaman hidupku.

Oh, gitu. Seru juga ya! Jadi, harapan barunya di blog ini apa?

Lebih rutin menulis. Kalau bisa nggak ada yang baca supaya nggak ada yang berasumsi. Hehehe nggak mungkin itu ya, wong ini bisa diakses siapa aja. Pun ada yang baca, hopefully this blog is surely beneficial for the readers. Bersyukur kalau bisa menolong hidup mereka.

Aamiin. Semoga demikian ya, Din. Terima kasih loh penjelasannya.