Indahnya Menuntut Ilmu

book and pen

Image source: tistory.com

Bismillaah…

Pernah beberapa bulan yang lalu saat menghadiri wisuda adik nomor dua dan ikut suami cuti, saya hampir sebulan tidak datang kajian rutin mingguan. Absen dulu duduk di taman-taman surga (dunia). Ternyata serasa ada yang kurang. Jujur saja jiwa sedikit terasa kosong.

Kemudian saat akhirnya kembali hadir, hati serasa kembali terisi. Ruhnya tak lagi kosong. Saya tidak melebih-lebihkan ini karena itulah yang saya rasakan. Masalah yang sedang dihadapi sesaat sebelum datang kajian seolah terjawab ketika duduk mendengarkan kajian. Solusi hidup itu terjawab melalui hadir di majelis ilmu.

Meskipun kondisi lagi gak mood, banyak masalah mendera, hutang melilit atau masih dirundung kesedihan, hadirilah majelis taklim. Bisa jadi di majelis itulah kita menemukan solusi dari masalah yg kita hadapi.

(Ustadz Abu Ya’la Hizbul Majid)

Continue reading

Advertisements

Saudariku, Apa Pilihanmu?

Bismillaah…

car_country-1

Image source: pinterest

Pagi tadi saat hendak membeli air galon, saya tercengang dengan sebuah kejadian. Saya yang sedang menyetir dibuat terkaget-kaget dengan abang penjual pentol di depan kendaraan saya. Di atas motornya, si abang terus memandang seorang perempuan yang baru saja menyeberang. Bahkan ketika sudah agak jauh, kepala si abang penjual terus saja menengok ke belakang untuk sekali lagi melihat perempuan itu.

Continue reading

Baarakallaahu Fiik, Mas

Bismillaah…

mall_interior_by_campanella

Image source: deviantart

Karena ada satu barang yang harus dibeli dan barang tersebut ada di sebuah mall, maka saya dan suami pergi ke sana seminggu lalu. Di kota tempat kami tinggal tidak ada dan mumpung kami ada di kota besar. Jujur, kepala sedikit pusing kalau lama-lama di mall. 😔

Sepanjang jalan mencari barang itu, suami mengeluarkan handphone-nya. Kepalanya menunduk saja menatap layar. Saya pun akhirnya bilang pada suami, “Kok main HP terus?”

Continue reading

Istri yang Pandai Bersyukur

Bismillaah…

Saya senang sekali beberapa bulan lalu pernah menjadi responden penelitian tugas akhir adik mahasiswa di Fakultas Psikologi Universitas Indonesia. Penelitiannya mengenai relasi dalam pernikahan, khususnya ‘menghitung rasa syukur’ dari diri pasangan. Saya mengisi jawaban dari pertanyaan selama beberapa hari melalui link yang diberikan oleh peneliti.

screenshot link pertanyaan

Saya mengisi jawaban setiap harinya tanpa kesulitan. Saya tuliskan apa yang membuat saya bersyukur pada suami, mulai dari hal yang mungkin remeh temeh seperti menaruh pakaian kotor di tempatnya, sampai hal yang barangkali “wow”.

Continue reading

Memorable Journey (1)

Bismillaah…

Rasanya masih seperti mimpi jika mengingat perjalanan yang sangat berkesan hampir setahun lalu. Namun tentu saja ini bukan mimpi, karena Allah sudah menakdirkannya. Hanya saja letupan kebahagiaan itu masih terasa hingga kini.

Sungguh menyenangkan memiliki teman-teman safar seperti rombongan yang saya ikuti. Pembicaraannya seputar dalil-dalil, berusaha menghindari ghibah, dan masih banyak hal lain yang bikin hati ‘adem’. “Insyaa Allah dua minggu ke depan jika dilewati bersama mereka, saya betah”, saya membatin dalam hati. 😍

Kakak, ibu, dan nenek yang menyenangkan

Continue reading

Cintai Agamamu

sosmed

Orang ini lagi, orang ini lagi. Dia yang sering sekali namanya muncul di home facebook saya. Akhir-akhir ini suka share dari akun kurang jelas dan dibubuhi caption bernada nyinyir, atau kalau tidak ikut komentar becanda kurang penting di postingan teman lain yang juga doyan nyinyir. Parahnya, orang ini agamanya islam dan yang dinyinyirin adalah hal yang berhubungan dengan agamanya sendiri. Bahkan kadang berbicara sesuatu yang dia tidak punya ilmu terhadap hal itu.

Naudzubillaah… Orang ini sadar tidak ya apa yang dia lakukan? Mengapa gemar sekali menyudutkan? Sudahkah ia belajar, memahami, dan mengamalkan agama yang penuh rahmat ini?

Continue reading

Muslimah Jangan Latah

Beberapa waktu lalu, saya penasaran dengan aplikasi sn***h*t dan akhirnya mencoba mengunduhnya di handphone suami. Saya mencoba satu per satu filter-nya. Awalnya saya girang ketawa-ketiwi (atau malah norak) karena rasa penasaran itu terjawab sudah. Suami pun saya minta untuk ikut mencoba salah satu filter, hingga akhirnya suami menegur dan terjadilah percakapan ini.

Mas: Itu ngapain sih?

Saya: Mau nyobain. Lucu kan?!

Mas: Udah hapus aja. Itu bukannya kayak mengubah bentuk wajah ya? Kan nggak boleh.

Saya: … (mikir)

Mas: Hapus ya. Kita harusnya bersyukur dikasih wajah lengkap tanpa cacat. 🙂

Sedetik kemudian saya tersadar. Iya, bener kata suami. Filter-filter aplikasi tersebut memang ada yang menjadikan wajah kita seperti alien, bertanduk, lebah, kelinci, bahkan anj*ng [saya nggak nyobain yang guguk ini ya]. Ada juga face swap yang menjadikan wajah tertukar dengan wajah orang di samping. Astaghfirullah wa atubu ilaihi, terima kasih suamiku sudah mengingatkan.

Continue reading