Especially For You

Bismillaah… 

Tiba-tiba siang ini saya ingat pernah menulis mengenai kriteria harus bisa masak dalam mencari istri. Saya pun senyum-senyum mengingat pembelajaran untuk pandai memasak hingga hari ini. Hihihi…

Sejak awal proses ta’aruf, saya sudah berterus terang pada suami (saat itu masih calon) bahwa saya belum begitu pandai memasak. BELUM ya, bukannya TIDAK bisa. Indahnya skenario Allah,  ternyata suami pun mantap maju dan melanjutkan pada proses selanjutnya (khitbah), tanpa memedulikan kekurangan saya tersebut. Hal itu bukan kriteria mendasarnya dalam memilih istri karena tidak ada syarat ‘harus pandai memasak’.

Continue reading

Menikah = Mematikan Potensi?

Bismillaah…

mr-mrs

Image source: pinterest

Pernikahan adalah sebuah mitsaqan ghalizha (perjanjian yang kuat). Apa-apa yang haram menjadi halal, yang maksiat menjadi ibadah. Ada komitmen dan tanggung jawab di dalamnya. Tentunya semua dilakukan dengan penuh kasih sayang di antara dua insan yang berlainan jenis.

Pasangan yang baik saya rasa akan mengizinkan orang yang dicintainya untuk bahagia menjadi dirinya sendiri, tanpa kehilangan jati diri atau berusaha menjadi orang lain.

Continue reading

Sederhanakan Bahagiamu

Menikmati langit senja Bontang bersama suami

Sore ini ada tulisan menarik terlintas di beranda facebook saya. Berikut kutipan tulisan tersebut:

Istri yang Mudah Dibahagiakan

Selain dikenal sulit dimengerti, sebagian wanita kabarnya juga sulit dibikin bahagia. Mungkin ini soal kelas juga ya Gan, saya sebagai pria kelas bulu, tentu standar bahagianya beda dengan wanita yang datang dari kelas tembaga.

Ada wanita yang standar bahagianya dengan rutin ditransfer. Transferan menjadi poin maha penting untuk bisa membuatnya tersenyum gembira. Ada yang bahagia dengan diajak jalan-jalan ke luar negeri. Dengan dibelikan aset, dikasih kado city car berwarna pink metalik.

Tapi ada juga wanita yang begitu mudah dibahagiakan. Hanya dengan suaminya pulang pada jam yang tepat. Dengan diajak beli popok anak ke minimarket, atau dengan diajak berkunjung ke rumah orang tuanya.

Bahagia itu soal rasa. Mahal. Tidak terbeli.

Maka bersyukurlah jika Agan dikaruniai istri dengan ambang bahagia yang begitu rendah. Mudah dibahagiakan. Ini emas, Gan. Kilaunya sepanjang masa…

Didik Darmanto

Continue reading

365 Days

“…Kamu melengkapiku.”

Dua kata di atas adalah potongan surat untuk mas suami yang dengan sengaja saya selipkan di tas kerjanya. Inginnya sih tiba-tiba ditemukan, apalah daya saya tetap harus memberi kode lewat whatsapp bahwa ada ‘sesuatu’ di tasnya. #gagalsurprise 😂

Tapi untuk pagi ini, kejutannya berhasil ditemukan. Berbekal pengalaman yang telah lalu, maka sekarang diselipin di laptop biar langsung dibuka di kantor. Hihihi.

Sekedar prolog saja, saya adalah seorang introvert yang amat sulit membahasakan apa yang ingin saya sampaikan dengan berbicara langsung. Saya lebih nyaman mengutarakannya melalui tulisan.

Continue reading

Pintu Surga Suamiku

mom

image source: yourtango.com

Ibu mertuaku, ibu yang luar biasa. Dialah yang mengandung suamiku selama sembilan bulan dalam kepayahan. Dialah yang lebih dulu mencintai suamiku dengan seluruh hatinya bahkan sebelum suamiku terlahir ke dunia.

Ibu mertuaku, ibu yang luar biasa. Dialah yang air susunya menjadi makanan pertama bagi suamiku. Dialah yang lebih dulu mengutamakan suamiku agar terpenuhi gizinya meskipun perutnya dalam keadaan lapar.

Continue reading

Sebelum Mata Terpejam

Pagi tadi…

Sudahkah senyumku merekah melepasmu pergi bekerja?

Sudahkah tanganmu kucium penuh hormat?

Sudahkah tenagamu tercukupkan untuk aktivitas seharian?

Menjelang siang…

Adakah aku menjaga rumah dan nama baikmu dengan baik?

Adakah aku meminta izin ke mana pun aku ingin pergi?

Adakah aku menyerap ilmu kajian untuk dibagi?

Continue reading

Dua Nol Satu Lima

Ada yang berbisik terus-menerus dalam dadaku. Ketidaktahuan membuat rasa cemas dan khawatir menderu.

Terima kasih sudah memilihku, suamiku…

Sehingga sejak tahun lalu, tanggal manis ini akan selalu tersimpan rapi di ruang memoriku.

***

Tahun 2015 benar-benar menjadi tahun yang berkaitan dengan ‘jodoh’. Ups, hehe. Awal tahun dibuka dengan perkenalan keluarga, dilanjut khitbah pertengahan tahun, dan akhirnya terucap akad nikah pada caturwulan ketiga. Alhamdulillahilladzi bini’matihi tatimmushshalihaat.

Bagi teman-teman yang belum menikah, cermatilah siapa lelaki yang datang padamu. Apakah ia yang akan mengajak ke surga, atau justru menggiring ke neraka. Apakah ia yang selamat aqidahnya, atau justru rusak aqidahnya. Pilihlah dengan memohon bantuan Allah, kepada siapa teman-teman shalihah semua akan taat.

Continue reading