Ilmu Rendah Hati

Bismillaah… 

Bontang dan hujan sore hari seringkali sukses membuat saya merenungkan banyak hal. Entah untuk menelusuri kenangan terdahulu atau sekadar berkontemplasi akan sesuatu. Suasananya cukup pas dengan segala kesejukan dan kesyahduannya.

Sore ini selepas mengantar pulang dua orang teman dari menghadiri sebuah sosialisasi, hujan turun dengan derasnya. Pikiran saya pun berkelana ke mana-mana. Benar-benar divergen pemikiran saya. 😅

Di era media sosial yang beragam jenisnya sekarang ini, sungguh celah setan untuk menggoda agar seseorang pamer sangat besar. Beberapa ada yang mengatakan bahwa medsos adalah urusan niat setiap orang. Niat itu masalah hati. Iya, saya sepakat. Dengan demikian, bukankah mengendalikannya menjadi lebih sulit? Karena hanya diri kita yang tahu, hanya kita yang memiliki kendali.

hayaa

Continue reading

Menikah = Mematikan Potensi?

Bismillaah…

mr-mrs

Image source: pinterest

Pernikahan adalah sebuah mitsaqan ghalizha (perjanjian yang kuat). Apa-apa yang haram menjadi halal, yang maksiat menjadi ibadah. Ada komitmen dan tanggung jawab di dalamnya. Tentunya semua dilakukan dengan penuh kasih sayang di antara dua insan yang berlainan jenis.

Pasangan yang baik saya rasa akan mengizinkan orang yang dicintainya untuk bahagia menjadi dirinya sendiri, tanpa kehilangan jati diri atau berusaha menjadi orang lain.

Continue reading

Little Brother

Pekan lalu saya beserta suami dan mama mengantarkan adik saya yang nomor empat ke “rumah” barunya bersama teman-teman. Si adik akan menjadi peserta baru program rumah tahfidz yang digagas oleh beberapa orang. Setelah melalui proses pendaftaran dan seleksi, si adik terpilih menjadi peserta paling muda. Sebagian besar pesertanya adalah siswa Sekolah Menengah Pertama, sedangkan adik saya baru kelas empat.

Di jalan menuju rumah tahfidz saya tengok ke kursi barisan tengah, mata si adik terlihat berkaca-kaca. Meskipun jarak rumah tahfidz tidak begitu jauh dari rumah orang tua, saya bisa memahami sedikit rasa kehilangan di hatinya. Biasanya setiap hari bertemu orang tua dan saudara-saudarinya, mulai sekarang akan satu rumah dengan teman-teman lain yang sama-sama ingin menghapal alquran.

Tidak ada seorang pun yang memaksanya untuk bergabung menjadi peserta. Berulang kali saya menanyakan ke mama dan si adik sendiri. Jawabannya selalu sama: ini keinginannya sendiri. Ma syaa Allah… 

Continue reading

Cintai Agamamu

sosmed

Orang ini lagi, orang ini lagi. Dia yang sering sekali namanya muncul di home facebook saya. Akhir-akhir ini suka share dari akun kurang jelas dan dibubuhi caption bernada nyinyir, atau kalau tidak ikut komentar becanda kurang penting di postingan teman lain yang juga doyan nyinyir. Parahnya, orang ini agamanya islam dan yang dinyinyirin adalah hal yang berhubungan dengan agamanya sendiri. Bahkan kadang berbicara sesuatu yang dia tidak punya ilmu terhadap hal itu.

Naudzubillaah… Orang ini sadar tidak ya apa yang dia lakukan? Mengapa gemar sekali menyudutkan? Sudahkah ia belajar, memahami, dan mengamalkan agama yang penuh rahmat ini?

Continue reading

Orang-Orang Baik

Betapa menyenangkannya menyaksikan kebaikan bertebaran di muka bumi. Entah itu melalui tangan orang dewasa atau pun kepolosan anak-anak. Apalagi jika kebaikan itu terasa dekat, ada di depan mata kita.

Saya tahu saya dikelilingi orang-orang baik saat suami saya pulang kerja membawakan gorengan kesukaan saya. Sederhana, tetapi tulus dilakukannya untuk menyenangkan saya. Seperti kata Ibnu Taimiyah bahwa orang yang beriman adalah yang bahagia melihat saudaranya bahagia.

Saya tahu saya dikelilingi orang baik ketika mama menanyakan anak dan menantunya sudah makan malam atau belum. Juga ketika ibu mertua bersemangat memasakkan makanan kegemaran sang anak ketika dikabarkan kami akan mampir Bojonegoro. Terlihat biasa saja, tetapi ikhlas dilakukan seorang ibu pada anak-anaknya.

Continue reading