Memorable Journey (2)

Bismillaah…

“Yuk, kita lihat zamzam tower. Udah nyala atau belum lampunya”, ajak suami selepas shalat isya di hari ke-29 Ramadhan 1437 H.

Saya baru tahu bahwa di KSA lampu di puncak zamzam tower akan menyala sebagai tanda Ramadhan telah berakhir dan bulan Syawal telah dimulai. Lampu itu akan bersinar semalaman, sehingga seluruh jazirah Arab akan melihatnya dan tahu bahwa esok hari hari raya Idul Fitri. Infonya sih demikian yang saya terima dari teman grup safar.

Qadarullah wa maa syaa-a fa’al. Saat berkeliling bersama suami, kami tidak mendapati lampu itu menyala. Itu berarti kami harus melaksanakan shalat tarawih satu malam lagi dan puasa Ramadhan genap 30 hari.

Continue reading

Advertisements

Istri yang Pandai Bersyukur

Bismillaah…

Saya senang sekali beberapa bulan lalu pernah menjadi responden penelitian tugas akhir adik mahasiswa di Fakultas Psikologi Universitas Indonesia. Penelitiannya mengenai relasi dalam pernikahan, khususnya ‘menghitung rasa syukur’ dari diri pasangan. Saya mengisi jawaban dari pertanyaan selama beberapa hari melalui link yang diberikan oleh peneliti.

screenshot link pertanyaan

Saya mengisi jawaban setiap harinya tanpa kesulitan. Saya tuliskan apa yang membuat saya bersyukur pada suami, mulai dari hal yang mungkin remeh temeh seperti menaruh pakaian kotor di tempatnya, sampai hal yang barangkali “wow”.

Continue reading

Buka Bersama

date

image source: we heart it

Bismillaah…

Menjelang akhir Ramadhan, masih saja ada sebagian orang yang ribet merencanakan jadwal buka bersama. Seolah-olah Ramadhan hanya tentang ‘buka bersama’. Padahal Ramadhan seharusnya menjadi moment semangat beribadah menjadi lebih besar dari biasanya, karena pahalanya pun berlipat-lipat. Bahkan orang-orang yang berpuasa dapat memasuki pintu surga khusus yang dinamakan ar-Rayyan.

Continue reading

Memorable Journey (1)

Bismillaah…

Rasanya masih seperti mimpi jika mengingat perjalanan yang sangat berkesan hampir setahun lalu. Namun tentu saja ini bukan mimpi, karena Allah sudah menakdirkannya. Hanya saja letupan kebahagiaan itu masih terasa hingga kini.

Sungguh menyenangkan memiliki teman-teman safar seperti rombongan yang saya ikuti. Pembicaraannya seputar dalil-dalil, berusaha menghindari ghibah, dan masih banyak hal lain yang bikin hati ‘adem’. “Insyaa Allah dua minggu ke depan jika dilewati bersama mereka, saya betah”, saya membatin dalam hati. 😍

Kakak, ibu, dan nenek yang menyenangkan

Continue reading

Dia

Bismillaah…

Dia, orang terdekat yang saya percaya setelah suami dan keluarga. Bersama dia saya tidak perlu pura-pura menjadi orang lain. Dia bisa menerima hingga kekurangan saya.

Dia, yang ada di barisan terdepan ketika saya butuh bantuan. Bersama dia saya tidak hanya melewati masa-masa senang. Dia membuat saya semakin yakin bahwa persahabatan dan persaudaraan karena Allah begitu kuat.

Continue reading

Pure Happiness

look at closer

Image source: pinterest

Bismillaah…

Hujan turun deras di sebuah pusat perbelanjaan dua hari lalu. Saya yang sedang menikmati pedasnya sate bebek, terpana melihat dua anak kecil tidak jauh dari tempat saya duduk. Mereka begitu menikmati guyuran hujan siang itu.

Kemudian tidak jauh dari mereka berdua, ada seorang bapak yang tak kalah girang bermain hujan sambil membawa sebuah balon berwarna merah muda. Entah milik siapa balon tersebut. Senyum lebar ketiganya di bawah rintik hujan yang mencuri perhatian saya. Masyaa Allah, seolah mereka bisa merepresentasikan bahwa hujan adalah rahmat dari Allah.

Continue reading

You Are (Too) Precious

butterfly

Image source: we heart it

Bismillaah…

Kalau tidak salah hampir lima bulan lalu, di atas kereta Jakarta-Cepu, saya menyaksikan kejadian yang -bagi saya- kurang menyenangkan. Saat itu saya terbangun malam hari melihat seorang penumpang sedang memainkan handphonenya. Posisi kursi penumpang tersebut ada di depan penumpang di samping saya, atau dengan kata lain di serong depan saya sehingga saya bisa melihat aktivitasnya.

Saya perhatikan ia membuka sebuah media sosial, kemudian scroll down, terus ke bawah, dan akhirnya berhenti di satu foto perempuan. Dia pandangi lama foto tersebut, lalu di-zoom in. Ya, ZOOM IN, saudara-saudara!!! 😞

Continue reading