Rawat Kulitmu

Bismillaah…

Skincare 2017

Masih ingat sekali pertama kali saya menggunakan face wash saat SMP. Rutinitas mencuci wajah ini selalu bersamaan dengan rutinitas mandi. Masa-masa awal pubertas yang suka terpengaruh iklan. ­čśî Produk face wash yang saya gunakan pertama kali adalah Bi*re. Kebiaasaan ini pun berlanjut hingga lulus kuliah, ditambah mencuci wajah sebelum tidur.

Saya merasa kulit wajah dan tubuh saya baik-baik saja. Hingga sangat jarang berbagai produk singgah di kulit saya. Saya rasa pencuci wajah dan pelembab wajah sudah cukup untuk melindungi. Saya tidak merasa membutuhkan sun screen dan teman-temannya.

Padahal kenyataannya kulit di sekitar bibir saya pernah dalam kondisi sangat kering hingga mengelupas. Saya yang cuek menganggap itu hanya karena kurang minum air putih.

Continue reading

Advertisements

Dia

Bismillaah…

Dia, orang terdekat yang saya percaya setelah suami dan keluarga. Bersama dia saya tidak perlu pura-pura menjadi orang lain. Dia bisa menerima hingga kekurangan saya.

Dia, yang ada di barisan terdepan ketika saya butuh bantuan. Bersama dia saya tidak hanya melewati masa-masa senang. Dia membuat saya semakin yakin bahwa persahabatan dan persaudaraan karena Allah begitu kuat.

Continue reading

Especially For You

Bismillaah…┬á

Tiba-tiba siang ini saya ingat pernah menulis mengenai kriteria┬áharus bisa masak┬ádalam mencari istri. Saya pun senyum-senyum mengingat pembelajaran untuk pandai memasak hingga hari ini. Hihihi…

Sejak awal proses ta’aruf, saya sudah berterus terang pada suami (saat itu masih calon) bahwa saya belum begitu pandai memasak. BELUM ya, bukannya TIDAK bisa. Indahnya skenario Allah, ┬áternyata suami pun mantap maju dan melanjutkan pada proses selanjutnya (khitbah), tanpa memedulikan kekurangan saya tersebut. Hal itu bukan kriteria mendasarnya dalam memilih istri karena tidak ada syarat ‘harus pandai memasak’.

Continue reading

Kerinduan yang Berulang

Beberapa waktu belakangan saya cukup sering menonton ulang drama medical dari Jepang. Dorama ini semula saya tonton di tahun-tahun pertama perkuliahan. Saya, yang kala itu bercita-cita menjadi ‘emergency nurse‘, semakin bersemangat untuk belajar dan menyerap ilmu ketika praktik di rumah sakit karena kecerdasan Nurse Saejima di drama ini.

code-blue

Image source: google

Di masa sekarang ketika saya kembali menontonnya, kerinduan lama akan suasana rumah sakit kembali muncul. Apalagi dalam drama ini kolaborasi antara tenaga kesehatan satu dan yang lainnya terlihat sangat ideal. Semua bekerja sesuai wewenang areanya masing-masing. Tidak ada yang merasa superior dibanding yang lain. They need each other.

Continue reading

I Choose to Write

image

Originally posted at my instagram account

Saya tidak tahu kapan tepatnya saya mulai menyukai kegiatan tulis-menulis. Tiap kali saya selesai membaca tulisan seseorang yang begitu bagus (menurut saya), di situlah keinginan untuk pandai menulis muncul. Meskipun hingga detik ini saya sadar bahwa tulisan-tulisan saya jauh dari kata bagus.

Saya menulis tentang apa saja. Tentang kehidupan sehari-hari, tentang hasil pengamatan saya, pengalaman orang lain, pemikiran saya, dan lain sebagainya. Apa yang terlintas dalam benak saya, maka akan saya tuliskan. Sebagian besar tanpa pernah direncanakan.

Tidak jarang ide tulisan itu berhari-hari bahkan berminggu-minggu ada dalam kepala saya. Ketika akhirnya kata demi kata mulai diketik, di-edit, dan akhirnya publish, rasanya bagai masuk ruangan AC setelah merasa gerah seharian di luar rumah. Lega banget.

Continue reading

10K Hits

Iseng-iseng mengecek statistik Kasten Verhaal beberapa menit lalu. Super kaget! 😱 Ternyata blog ini sudah dilihat dan/atau dibaca lebih dari sepuluh ribu kali. Di usianya yang baru setahun lebih sembilan bulan, bagi saya itu pencapaian hebat.

Niat saya sebelumnya membuat Kasten Verhaal ini adalah untuk menyalurkan isi kepala atau pun isi hati saya dalam bentuk tulisan. Hanya untuk konsumsi pribadi yang di kemudian hari bisa saya baca lagi. Tidak pernah menyangka kalau akhirnya akan ada yang berkunjung atau bahkan membaca satu demi satu tulisan saya.

Sebagai apresiasi baby blog yang mencapai 10.000 hits, maka akan saya rangkum sepuluh tulisan yang masuk dalam top 10 sampai detik saya mengetik ini. Duile gaya bener ya, padahal mah blog ini masih termasuk kategori cupu dibanding blog-blog lain. Yah kalau bukan saya sendiri yang mengapresiasi, siapa lagi. Hehehe. 😂

Berikut sepuluh teratas tulisan yang paling banyak dibaca:

Continue reading

Jakarta, Aku Rindu

Mari mengawali tulisan ini dengan mengucapkan “alhamdulillah” karena akhirnya setelah berhari-hari berkutat di depan laptop terus, bahkan tidur pun tak nyenyak, akhirnya bisa log in ke sini lagi. *cieee curcol* ­čśü Ceritanya sekalian nunggu si adik nomor dua yang masih di jalan menuju Bontang dari Balikpapan. Entah jam berapa sampainya nanti.

Hmm… Bicara mengenai Balikpapan, saya jadi rindu masa-masa menjadikannya persinggahan dari dan untuk ke Jakarta. Sudah cukup lama saya tidak menginjakkan kaki di ibukota. Hampir genap setahun kalau mengingat terakhir kali ke sana.

image

Kota metropolitan itu memang banyak dihujat, tapi entah mengapa selalu terasa dekat. Selain karena papa dan sebagian keluarga ada di sana, saya menghabiskan empat tahun hidup juga di sana. Meski langitnya jauh berbeda dari kota kelahiran tercinta, tetap saja ia terasa istimewa.

Continue reading