This Stage of Life

Bismillaah…

kite

Image source: We heart it

Pada usia ini, satu demi satu keindahan kehidupan cukup pernah disaksikan. Kemurah hatian seseorang, bagaimana rendah hatinya seseorang, pandainya seseorang dalam bertutur kata menyejukkan, dan lain sebagainya. Hal-hal demikian yang akhirnya membuat syukur terucap karena kebaikan masih mudah dilihat mata dan dirasakan hati.

Pada usia ini, satu per satu ujian menghampiri. Satu hal yang sejatinya akan selalu mengikuti bagi siapa pun yang mengaku beriman pada-Nya, hingga nanti nafas terhenti selamanya. Namun itu yang menjadikan diri kita menjadi diri yang sekarang, yang semakin kuat dan siap menghadapi ujian berikutnya biidznillah.

Continue reading

Advertisements

Memorable Journey (2)

Bismillaah…

“Yuk, kita lihat zamzam tower. Udah nyala atau belum lampunya”, ajak suami selepas shalat isya di hari ke-29 Ramadhan 1437 H.

Saya baru tahu bahwa di KSA lampu di puncak zamzam tower akan menyala sebagai tanda Ramadhan telah berakhir dan bulan Syawal telah dimulai. Lampu itu akan bersinar semalaman, sehingga seluruh jazirah Arab akan melihatnya dan tahu bahwa esok hari hari raya Idul Fitri. Infonya sih demikian yang saya terima dari teman grup safar.

Qadarullah wa maa syaa-a fa’al. Saat berkeliling bersama suami, kami tidak mendapati lampu itu menyala. Itu berarti kami harus melaksanakan shalat tarawih satu malam lagi dan puasa Ramadhan genap 30 hari.

Continue reading

Memorable Journey (1)

Bismillaah…

Rasanya masih seperti mimpi jika mengingat perjalanan yang sangat berkesan hampir setahun lalu. Namun tentu saja ini bukan mimpi, karena Allah sudah menakdirkannya. Hanya saja letupan kebahagiaan itu masih terasa hingga kini.

Sungguh menyenangkan memiliki teman-teman safar seperti rombongan yang saya ikuti. Pembicaraannya seputar dalil-dalil, berusaha menghindari ghibah, dan masih banyak hal lain yang bikin hati ‘adem’. “Insyaa Allah dua minggu ke depan jika dilewati bersama mereka, saya betah”, saya membatin dalam hati. 😍

Kakak, ibu, dan nenek yang menyenangkan

Continue reading

You Are (Too) Precious

butterfly

Image source: we heart it

Bismillaah…

Kalau tidak salah hampir lima bulan lalu, di atas kereta Jakarta-Cepu, saya menyaksikan kejadian yang -bagi saya- kurang menyenangkan. Saat itu saya terbangun malam hari melihat seorang penumpang sedang memainkan handphonenya. Posisi kursi penumpang tersebut ada di depan penumpang di samping saya, atau dengan kata lain di serong depan saya sehingga saya bisa melihat aktivitasnya.

Saya perhatikan ia membuka sebuah media sosial, kemudian scroll down, terus ke bawah, dan akhirnya berhenti di satu foto perempuan. Dia pandangi lama foto tersebut, lalu di-zoom in. Ya, ZOOM IN, saudara-saudara!!! 😞

Continue reading

Especially For You

Bismillaah… 

Tiba-tiba siang ini saya ingat pernah menulis mengenai kriteria harus bisa masak dalam mencari istri. Saya pun senyum-senyum mengingat pembelajaran untuk pandai memasak hingga hari ini. Hihihi…

Sejak awal proses ta’aruf, saya sudah berterus terang pada suami (saat itu masih calon) bahwa saya belum begitu pandai memasak. BELUM ya, bukannya TIDAK bisa. Indahnya skenario Allah,  ternyata suami pun mantap maju dan melanjutkan pada proses selanjutnya (khitbah), tanpa memedulikan kekurangan saya tersebut. Hal itu bukan kriteria mendasarnya dalam memilih istri karena tidak ada syarat ‘harus pandai memasak’.

Continue reading

Menikah = Mematikan Potensi?

Bismillaah…

mr-mrs

Image source: pinterest

Pernikahan adalah sebuah mitsaqan ghalizha (perjanjian yang kuat). Apa-apa yang haram menjadi halal, yang maksiat menjadi ibadah. Ada komitmen dan tanggung jawab di dalamnya. Tentunya semua dilakukan dengan penuh kasih sayang di antara dua insan yang berlainan jenis.

Pasangan yang baik saya rasa akan mengizinkan orang yang dicintainya untuk bahagia menjadi dirinya sendiri, tanpa kehilangan jati diri atau berusaha menjadi orang lain.

Continue reading

People Change

Bertemu dengan teman-teman lama rasanya selalu menyenangkan. Bahan obrolan seperti tidak pernah ada habisnya. Ada energi baru yang didapat jika bertemu mereka.

Beberapa hari lalu saya pun menyediakan waktu untuk bertemu ketiga teman lama saya saat kuliah. Well, masih tetap berteman baik dong sampai sekarang. Pertemuan ini sudah direncanakan jauh-jauh hari ketika saya mengabarkan akan ada di ibukota beberapa hari. Ya walaupun ada sedikit drama dalam menentukan waktu dan tempat bertemunya. 😁

Qadarullah ketiga perempuan ini bekerja di satu rumah sakit yang sama. Mereka bercerita bahwa sebelum datang ke tempat janjian, mereka habis belajar bahasa arab. Ada jadwal tersendiri untuk belajar bagi karyawan rumah sakit yang diurus oleh bagian kerohanian islamnya. Ma syaa Allah, keren amat kan ya!

Continue reading