Jakarta dan Rasa Syukur

jakarta

Image source: kaskus

Bismillaah…

Jakarta selalu menyimpan berjuta kenangan di hati saya. Setiap kembali menginjakkan kaki di ibukota ini, segala memori pun menyeruak ke permukaan tanpa pernah diminta.

Saya menikmati setiap perjalanan saya di kota ini. Meski seringkali macet, bagi saya jalanan di sini begitu indah. Di atas metromini, di atas kereta, di atas transjakarta, senantiasa menjadi momen bagi saya untuk merenung, juga untuk menyusun kata-kata yang nantinya akan saya tulis.

Continue reading

Advertisements

Indahnya Menuntut Ilmu

book and pen

Image source: tistory.com

Bismillaah…

Pernah beberapa bulan yang lalu saat menghadiri wisuda adik nomor dua dan ikut suami cuti, saya hampir sebulan tidak datang kajian rutin mingguan. Absen dulu duduk di taman-taman surga (dunia). Ternyata serasa ada yang kurang. Jujur saja jiwa sedikit terasa kosong.

Kemudian saat akhirnya kembali hadir, hati serasa kembali terisi. Ruhnya tak lagi kosong. Saya tidak melebih-lebihkan ini karena itulah yang saya rasakan. Masalah yang sedang dihadapi sesaat sebelum datang kajian seolah terjawab ketika duduk mendengarkan kajian. Solusi hidup itu terjawab melalui hadir di majelis ilmu.

Meskipun kondisi lagi gak mood, banyak masalah mendera, hutang melilit atau masih dirundung kesedihan, hadirilah majelis taklim. Bisa jadi di majelis itulah kita menemukan solusi dari masalah yg kita hadapi.

(Ustadz Abu Ya’la Hizbul Majid)

Continue reading

Buka Bersama

date

image source: we heart it

Bismillaah…

Menjelang akhir Ramadhan, masih saja ada sebagian orang yang ribet merencanakan jadwal buka bersama. Seolah-olah Ramadhan hanya tentang ‘buka bersama’. Padahal Ramadhan seharusnya menjadi moment semangat beribadah menjadi lebih besar dari biasanya, karena pahalanya pun berlipat-lipat. Bahkan orang-orang yang berpuasa dapat memasuki pintu surga khusus yang dinamakan ar-Rayyan.

Continue reading

Pure Happiness

look at closer

Image source: pinterest

Bismillaah…

Hujan turun deras di sebuah pusat perbelanjaan dua hari lalu. Saya yang sedang menikmati pedasnya sate bebek, terpana melihat dua anak kecil tidak jauh dari tempat saya duduk. Mereka begitu menikmati guyuran hujan siang itu.

Kemudian tidak jauh dari mereka berdua, ada seorang bapak yang tak kalah girang bermain hujan sambil membawa sebuah balon berwarna merah muda. Entah milik siapa balon tersebut. Senyum lebar ketiganya di bawah rintik hujan yang mencuri perhatian saya. Masyaa Allah, seolah mereka bisa merepresentasikan bahwa hujan adalah rahmat dari Allah.

Continue reading

Ilmu Rendah Hati

Bismillaah… 

Bontang dan hujan sore hari seringkali sukses membuat saya merenungkan banyak hal. Entah untuk menelusuri kenangan terdahulu atau sekadar berkontemplasi akan sesuatu. Suasananya cukup pas dengan segala kesejukan dan kesyahduannya.

Sore ini selepas mengantar pulang dua orang teman dari menghadiri sebuah sosialisasi, hujan turun dengan derasnya. Pikiran saya pun berkelana ke mana-mana. Benar-benar divergen pemikiran saya. 😅

Di era media sosial yang beragam jenisnya sekarang ini, sungguh celah setan untuk menggoda agar seseorang pamer sangat besar. Beberapa ada yang mengatakan bahwa medsos adalah urusan niat setiap orang. Niat itu masalah hati. Iya, saya sepakat. Dengan demikian, bukankah mengendalikannya menjadi lebih sulit? Karena hanya diri kita yang tahu, hanya kita yang memiliki kendali.

hayaa

Continue reading

Sederhanakan Bahagiamu

Menikmati langit senja Bontang bersama suami

Sore ini ada tulisan menarik terlintas di beranda facebook saya. Berikut kutipan tulisan tersebut:

Istri yang Mudah Dibahagiakan

Selain dikenal sulit dimengerti, sebagian wanita kabarnya juga sulit dibikin bahagia. Mungkin ini soal kelas juga ya Gan, saya sebagai pria kelas bulu, tentu standar bahagianya beda dengan wanita yang datang dari kelas tembaga.

Ada wanita yang standar bahagianya dengan rutin ditransfer. Transferan menjadi poin maha penting untuk bisa membuatnya tersenyum gembira. Ada yang bahagia dengan diajak jalan-jalan ke luar negeri. Dengan dibelikan aset, dikasih kado city car berwarna pink metalik.

Tapi ada juga wanita yang begitu mudah dibahagiakan. Hanya dengan suaminya pulang pada jam yang tepat. Dengan diajak beli popok anak ke minimarket, atau dengan diajak berkunjung ke rumah orang tuanya.

Bahagia itu soal rasa. Mahal. Tidak terbeli.

Maka bersyukurlah jika Agan dikaruniai istri dengan ambang bahagia yang begitu rendah. Mudah dibahagiakan. Ini emas, Gan. Kilaunya sepanjang masa…

Didik Darmanto

Continue reading