Buka Bersama

date

image source: we heart it

Bismillaah…

Menjelang akhir Ramadhan, masih saja ada sebagian orang yang ribet merencanakan jadwal buka bersama. Seolah-olah Ramadhan hanya tentang ‘buka bersama’. Padahal Ramadhan seharusnya menjadi moment semangat beribadah menjadi lebih besar dari biasanya, karena pahalanya pun berlipat-lipat. Bahkan orang-orang yang berpuasa dapat memasuki pintu surga khusus yang dinamakan ar-Rayyan.

Continue reading

Pure Happiness

look at closer

Image source: pinterest

Bismillaah…

Hujan turun deras di sebuah pusat perbelanjaan dua hari lalu. Saya yang sedang menikmati pedasnya sate bebek, terpana melihat dua anak kecil tidak jauh dari tempat saya duduk. Mereka begitu menikmati guyuran hujan siang itu.

Kemudian tidak jauh dari mereka berdua, ada seorang bapak yang tak kalah girang bermain hujan sambil membawa sebuah balon berwarna merah muda. Entah milik siapa balon tersebut. Senyum lebar ketiganya di bawah rintik hujan yang mencuri perhatian saya. Masyaa Allah, seolah mereka bisa merepresentasikan bahwa hujan adalah rahmat dari Allah.

Continue reading

Ilmu Rendah Hati

Bismillaah… 

Bontang dan hujan sore hari seringkali sukses membuat saya merenungkan banyak hal. Entah untuk menelusuri kenangan terdahulu atau sekadar berkontemplasi akan sesuatu. Suasananya cukup pas dengan segala kesejukan dan kesyahduannya.

Sore ini selepas mengantar pulang dua orang teman dari menghadiri sebuah sosialisasi, hujan turun dengan derasnya. Pikiran saya pun berkelana ke mana-mana. Benar-benar divergen pemikiran saya. 😅

Di era media sosial yang beragam jenisnya sekarang ini, sungguh celah setan untuk menggoda agar seseorang pamer sangat besar. Beberapa ada yang mengatakan bahwa medsos adalah urusan niat setiap orang. Niat itu masalah hati. Iya, saya sepakat. Dengan demikian, bukankah mengendalikannya menjadi lebih sulit? Karena hanya diri kita yang tahu, hanya kita yang memiliki kendali.

hayaa

Continue reading

Sederhanakan Bahagiamu

Menikmati langit senja Bontang bersama suami

Sore ini ada tulisan menarik terlintas di beranda facebook saya. Berikut kutipan tulisan tersebut:

Istri yang Mudah Dibahagiakan

Selain dikenal sulit dimengerti, sebagian wanita kabarnya juga sulit dibikin bahagia. Mungkin ini soal kelas juga ya Gan, saya sebagai pria kelas bulu, tentu standar bahagianya beda dengan wanita yang datang dari kelas tembaga.

Ada wanita yang standar bahagianya dengan rutin ditransfer. Transferan menjadi poin maha penting untuk bisa membuatnya tersenyum gembira. Ada yang bahagia dengan diajak jalan-jalan ke luar negeri. Dengan dibelikan aset, dikasih kado city car berwarna pink metalik.

Tapi ada juga wanita yang begitu mudah dibahagiakan. Hanya dengan suaminya pulang pada jam yang tepat. Dengan diajak beli popok anak ke minimarket, atau dengan diajak berkunjung ke rumah orang tuanya.

Bahagia itu soal rasa. Mahal. Tidak terbeli.

Maka bersyukurlah jika Agan dikaruniai istri dengan ambang bahagia yang begitu rendah. Mudah dibahagiakan. Ini emas, Gan. Kilaunya sepanjang masa…

Didik Darmanto

Continue reading

Hikmah Tersembunyi

Warning: Tulisan ini terindikasi 'curhat colongan'. Dimohon pengertiannya. 😜

Empat hari yang lalu saya berkunjung ke rumah seorang kawan di daerah Bintaro. Kawan yang sudah seperti kakak sendiri. Padahal kami hanya bertemu sekali, sebagai teman safar. Sebut saja beliau Mbak F1.

Saya pun dijemput di titik janjian oleh teman safar lainnya yang juga tinggal di kawasan Bintaro. Sebut saja beliau Mbak F2. Mbak F2 juga sudah seperti kakak sendiri. Allahu yubarik fiikuma.

Awal mula pertemuan kami bertiga adalah bulan Juni lalu. Betul-betul hanya sebagai teman sepanjang perjalanan selama 17 hari. Namun, sepanjang dua minggu lebih itulah begitu banyak pelajaran yang Allah berikan untuk saya yang keseringan baper ini. Melalui mereka, melalui kedua kawan seiman.

Continue reading

Hope

Semalam selagi saya menyetrika, suami menunjukkan sebuah video. Seorang anak yang dari perawakannya seperti anak Indonesia (berusia kurang dari 10 tahun nampaknya) menangis saat membaca ayat quran tentang kematian. Tak sadar saya pun ikut menangis (suami juga deh kayaknya 😆) ketika menonton. Bayangkan anak sekecil itu sudah baper (bawa perasaan) ketika membaca firman-firman Allah. Tidak mungkin dia menangis kalau ia tidak paham maknanya.

Seusai menonton saya spontan bicara seperti ini ke suami, “Malu sama anak kecil sampai nangis begitu bacanya. Semoga abang nanti begitu ya.” Suami mengaminkan sambil tersenyum. Selanjutnya tertawa melihat istrinya menyeka ingus selepas nangis lebay. *lah

Continue reading