Baarakallaahu Fiik, Mas

Bismillaah…

mall_interior_by_campanella

Image source: deviantart

Karena ada satu barang yang harus dibeli dan barang tersebut ada di sebuah mall, maka saya dan suami pergi ke sana seminggu lalu. Di kota tempat kami tinggal tidak ada dan mumpung kami ada di kota besar. Jujur, kepala sedikit pusing kalau lama-lama di mall. 😔

Sepanjang jalan mencari barang itu, suami mengeluarkan handphone-nya. Kepalanya menunduk saja menatap layar. Saya pun akhirnya bilang pada suami, “Kok main HP terus?”

Continue reading

Advertisements

Istri yang Pandai Bersyukur

Bismillaah…

Saya senang sekali beberapa bulan lalu pernah menjadi responden penelitian tugas akhir adik mahasiswa di Fakultas Psikologi Universitas Indonesia. Penelitiannya mengenai relasi dalam pernikahan, khususnya ‘menghitung rasa syukur’ dari diri pasangan. Saya mengisi jawaban dari pertanyaan selama beberapa hari melalui link yang diberikan oleh peneliti.

screenshot link pertanyaan

Saya mengisi jawaban setiap harinya tanpa kesulitan. Saya tuliskan apa yang membuat saya bersyukur pada suami, mulai dari hal yang mungkin remeh temeh seperti menaruh pakaian kotor di tempatnya, sampai hal yang barangkali “wow”.

Continue reading

Cintai Agamamu

sosmed

Orang ini lagi, orang ini lagi. Dia yang sering sekali namanya muncul di home facebook saya. Akhir-akhir ini suka share dari akun kurang jelas dan dibubuhi caption bernada nyinyir, atau kalau tidak ikut komentar becanda kurang penting di postingan teman lain yang juga doyan nyinyir. Parahnya, orang ini agamanya islam dan yang dinyinyirin adalah hal yang berhubungan dengan agamanya sendiri. Bahkan kadang berbicara sesuatu yang dia tidak punya ilmu terhadap hal itu.

Naudzubillaah… Orang ini sadar tidak ya apa yang dia lakukan? Mengapa gemar sekali menyudutkan? Sudahkah ia belajar, memahami, dan mengamalkan agama yang penuh rahmat ini?

Continue reading

Orang-Orang Baik

Betapa menyenangkannya menyaksikan kebaikan bertebaran di muka bumi. Entah itu melalui tangan orang dewasa atau pun kepolosan anak-anak. Apalagi jika kebaikan itu terasa dekat, ada di depan mata kita.

Saya tahu saya dikelilingi orang-orang baik saat suami saya pulang kerja membawakan gorengan kesukaan saya. Sederhana, tetapi tulus dilakukannya untuk menyenangkan saya. Seperti kata Ibnu Taimiyah bahwa orang yang beriman adalah yang bahagia melihat saudaranya bahagia.

Saya tahu saya dikelilingi orang baik ketika mama menanyakan anak dan menantunya sudah makan malam atau belum. Juga ketika ibu mertua bersemangat memasakkan makanan kegemaran sang anak ketika dikabarkan kami akan mampir Bojonegoro. Terlihat biasa saja, tetapi ikhlas dilakukan seorang ibu pada anak-anaknya.

Continue reading

Muslimah Jangan Latah

Beberapa waktu lalu, saya penasaran dengan aplikasi sn***h*t dan akhirnya mencoba mengunduhnya di handphone suami. Saya mencoba satu per satu filter-nya. Awalnya saya girang ketawa-ketiwi (atau malah norak) karena rasa penasaran itu terjawab sudah. Suami pun saya minta untuk ikut mencoba salah satu filter, hingga akhirnya suami menegur dan terjadilah percakapan ini.

Mas: Itu ngapain sih?

Saya: Mau nyobain. Lucu kan?!

Mas: Udah hapus aja. Itu bukannya kayak mengubah bentuk wajah ya? Kan nggak boleh.

Saya: … (mikir)

Mas: Hapus ya. Kita harusnya bersyukur dikasih wajah lengkap tanpa cacat. 🙂

Sedetik kemudian saya tersadar. Iya, bener kata suami. Filter-filter aplikasi tersebut memang ada yang menjadikan wajah kita seperti alien, bertanduk, lebah, kelinci, bahkan anj*ng [saya nggak nyobain yang guguk ini ya]. Ada juga face swap yang menjadikan wajah tertukar dengan wajah orang di samping. Astaghfirullah wa atubu ilaihi, terima kasih suamiku sudah mengingatkan.

Continue reading

Hujan

Sore tadi menjelang berbuka, saya tiba-tiba teringat cerita suami saat relawan untuk Aleppo berkunjung ke Bontang. Qadarullah suami dan beberapa rekan pengajiannya berkesempatan menemani dua relawan tersebut. Ada satu ucapan yang masih saya ingat dengan jelas dari cerita suami.

Anak-anak di Aleppo sangat gembira ketika turun hujan. Karena di saat itulah pesawat yang menghujani bom tidak akan lalu lalang di langit.

Deg!

Continue reading

Sebotol Air

image

Image source: google

Saya termasuk orang yang senang mengamati orang lain. Seperti contohnya sekarang saat di bandara, saya senang memperhatikan orang-orang yang sedang menunggu sama seperti saya. Saya selalu penasaran dengan apa yang mereka pikirkan. Apakah sedang memikirkan anak/istrinya di rumah, masalah di kantor, belum sempat sarapan, sedang sakit hati, riwayat penyakit yang dideritanya, dan berbagai pikiran lain.

Namun sekarang saya tertarik dari bagaimana orang-orang di bandara ini meminum minumannya. Hingga detik saya menulis ini memang belum begitu banyak orang yang saya jumpai sedang minum (kurang fokus karena ngantuk euy 😪), tapi cukup membuat saya tertarik untuk menulis ini. Karena sebagai seorang muslim, adab-adab minum pun sangat diperhatikan.

Continue reading