Terorisme Bukan Islam

image source: pinterest

Bismillaah…

Hampir seharian ini hati saya dan (saya yakin) kebanyakan teman-teman muslim lainnya merasa sedih dikarenakan kejadian ledakan di Surabaya. Padahal umat islam seluruh dunia sedang bergembira menyambut bulan Ramadhan yang tidak lama lagi akan datang. Kegembiraan itu seketika terkikis karena ulah oknum yang dengan mudahnya merusak toleransi yang sudah terbangun sangat baik di Indonesia. Tindakan mereka benar-benar sudah melewati batas.

Continue reading

Advertisements

Betah di Rumah

Bismillaah…

IMG20180223103810

somewhere in Bali

Semenjak menikah, ke mana pun saya akan pergi, apapun kegiatan yang akan saya ikuti, saya harus meminta izin kepada suami. Ridha suami sangat berpengaruh dalam apa saja yang akan dan sedang saya lakukan.

Sampai saat ini suami seringkali mengizinkan saya untuk keluar rumah. Entah untuk pergi kajian, belanja ke pasar, bertemu teman, mengurus organisasi ibu-ibu departemen suami, atau berkunjung ke rumah orang tua saya. Selama meminta izin, saya dalam kondisi sehat, dan makanan untuk suami tersedia, insyaa Allah selalu diizinkan. Namun kalau sudah tampak lemas serta pucat dan tetap minta izin keluar, tentu saja tidak akan diizinkan hehe.

Continue reading

Memiliki pasangan dengan akhlak yang mulia adalah salah satu nikmat dari Allah yang takkan bisa dinilai dengan apapun. Bersyukurlah dan berakhlak baiklah pula padanya.

—Balikpapan, 21 Maret 2018. Before bed time, wholeheartedly written to my good husband.

Rawat Kulitmu

Bismillaah…

Skincare 2017

Masih ingat sekali pertama kali saya menggunakan face wash saat SMP. Rutinitas mencuci wajah ini selalu bersamaan dengan rutinitas mandi. Masa-masa awal pubertas yang suka terpengaruh iklan. 😌 Produk face wash yang saya gunakan pertama kali adalah Bi*re. Kebiaasaan ini pun berlanjut hingga lulus kuliah, ditambah mencuci wajah sebelum tidur.

Saya merasa kulit wajah dan tubuh saya baik-baik saja. Hingga sangat jarang berbagai produk singgah di kulit saya. Saya rasa pencuci wajah dan pelembab wajah sudah cukup untuk melindungi. Saya tidak merasa membutuhkan sun screen dan teman-temannya.

Padahal kenyataannya kulit di sekitar bibir saya pernah dalam kondisi sangat kering hingga mengelupas. Saya yang cuek menganggap itu hanya karena kurang minum air putih.

Continue reading

Ilmu Rendah Hati

Bismillaah… 

Bontang dan hujan sore hari seringkali sukses membuat saya merenungkan banyak hal. Entah untuk menelusuri kenangan terdahulu atau sekadar berkontemplasi akan sesuatu. Suasananya cukup pas dengan segala kesejukan dan kesyahduannya.

Sore ini selepas mengantar pulang dua orang teman dari menghadiri sebuah sosialisasi, hujan turun dengan derasnya. Pikiran saya pun berkelana ke mana-mana. Benar-benar divergen pemikiran saya. 😅

Di era media sosial yang beragam jenisnya sekarang ini, sungguh celah setan untuk menggoda agar seseorang pamer sangat besar. Beberapa ada yang mengatakan bahwa medsos adalah urusan niat setiap orang. Niat itu masalah hati. Iya, saya sepakat. Dengan demikian, bukankah mengendalikannya menjadi lebih sulit? Karena hanya diri kita yang tahu, hanya kita yang memiliki kendali.

hayaa

Continue reading

Cintai Agamamu

sosmed

Orang ini lagi, orang ini lagi. Dia yang sering sekali namanya muncul di home facebook saya. Akhir-akhir ini suka share dari akun kurang jelas dan dibubuhi caption bernada nyinyir, atau kalau tidak ikut komentar becanda kurang penting di postingan teman lain yang juga doyan nyinyir. Parahnya, orang ini agamanya islam dan yang dinyinyirin adalah hal yang berhubungan dengan agamanya sendiri. Bahkan kadang berbicara sesuatu yang dia tidak punya ilmu terhadap hal itu.

Naudzubillaah… Orang ini sadar tidak ya apa yang dia lakukan? Mengapa gemar sekali menyudutkan? Sudahkah ia belajar, memahami, dan mengamalkan agama yang penuh rahmat ini?

Continue reading

Bangga dengan Ketaatan

Suatu hari saya berkunjung ke rumah seorang kawan yang sudah sangat dekat dengan keluarganya. Di tengah-tengah kunjungan, mereka menanyakan beberapa pertanyaan pada saya.

“Kerudungnya beli di mana, Din?”

“Kamu kalau cari gamis di mana sih, Din?”

“Ini kok handsock-nya lebar bolongan jempolnya?”

“Kami pelan-pelan belajar, Din.”

Cukup kaget. Tapi rasa senang lebih mendominasi karena satu keluarga kompak menuju kebaikan.

Di lain waktu teman SMA saya tiba-tiba menghubungi saya untuk menanyakan, “Din, kamu kalau beli khimar di mana?”

Ada pula saat teman di kantor bertanya, “Mbak, ini bahan kerudungnya apa? Kayaknya enak ga gampang kusut.

Dan berbagai pertanyaan lain yang menanyakan busana yang saya kenakan. Saya senang. Sangat senang bahkan. Bukan karena akhirnya merekomendasikan beli di mana pakaian tersebut, melainkan karena semakin banyak muslimah yang sadar akan perintah menutup aurat.

Continue reading