Istri yang Pandai Bersyukur

Bismillaah…

Saya senang sekali beberapa bulan lalu pernah menjadi responden penelitian tugas akhir adik mahasiswa di Fakultas Psikologi Universitas Indonesia. Penelitiannya mengenai relasi dalam pernikahan, khususnya ‘menghitung rasa syukur’ dari diri pasangan. Saya mengisi jawaban dari pertanyaan selama beberapa hari melalui link yang diberikan oleh peneliti.

screenshot link pertanyaan

Saya mengisi jawaban setiap harinya tanpa kesulitan. Saya tuliskan apa yang membuat saya bersyukur pada suami, mulai dari hal yang mungkin remeh temeh seperti menaruh pakaian kotor di tempatnya, sampai hal yang barangkali “wow”.

Continue reading

Menikah = Mematikan Potensi?

Bismillaah…

mr-mrs

Image source: pinterest

Pernikahan adalah sebuah mitsaqan ghalizha (perjanjian yang kuat). Apa-apa yang haram menjadi halal, yang maksiat menjadi ibadah. Ada komitmen dan tanggung jawab di dalamnya. Tentunya semua dilakukan dengan penuh kasih sayang di antara dua insan yang berlainan jenis.

Pasangan yang baik saya rasa akan mengizinkan orang yang dicintainya untuk bahagia menjadi dirinya sendiri, tanpa kehilangan jati diri atau berusaha menjadi orang lain.

Continue reading

Little Brother

Pekan lalu saya beserta suami dan mama mengantarkan adik saya yang nomor empat ke “rumah” barunya bersama teman-teman. Si adik akan menjadi peserta baru program rumah tahfidz yang digagas oleh beberapa orang. Setelah melalui proses pendaftaran dan seleksi, si adik terpilih menjadi peserta paling muda. Sebagian besar pesertanya adalah siswa Sekolah Menengah Pertama, sedangkan adik saya baru kelas empat.

Di jalan menuju rumah tahfidz saya tengok ke kursi barisan tengah, mata si adik terlihat berkaca-kaca. Meskipun jarak rumah tahfidz tidak begitu jauh dari rumah orang tua, saya bisa memahami sedikit rasa kehilangan di hatinya. Biasanya setiap hari bertemu orang tua dan saudara-saudarinya, mulai sekarang akan satu rumah dengan teman-teman lain yang sama-sama ingin menghapal alquran.

Tidak ada seorang pun yang memaksanya untuk bergabung menjadi peserta. Berulang kali saya menanyakan ke mama dan si adik sendiri. Jawabannya selalu sama: ini keinginannya sendiri. Ma syaa Allah… 

Continue reading

365 Days

“…Kamu melengkapiku.”

Dua kata di atas adalah potongan surat untuk mas suami yang dengan sengaja saya selipkan di tas kerjanya. Inginnya sih tiba-tiba ditemukan, apalah daya saya tetap harus memberi kode lewat whatsapp bahwa ada ‘sesuatu’ di tasnya. #gagalsurprise 😂

Tapi untuk pagi ini, kejutannya berhasil ditemukan. Berbekal pengalaman yang telah lalu, maka sekarang diselipin di laptop biar langsung dibuka di kantor. Hihihi.

Sekedar prolog saja, saya adalah seorang introvert yang amat sulit membahasakan apa yang ingin saya sampaikan dengan berbicara langsung. Saya lebih nyaman mengutarakannya melalui tulisan.

Continue reading

Pintu Surga Suamiku

mom

image source: yourtango.com

Ibu mertuaku, ibu yang luar biasa. Dialah yang mengandung suamiku selama sembilan bulan dalam kepayahan. Dialah yang lebih dulu mencintai suamiku dengan seluruh hatinya bahkan sebelum suamiku terlahir ke dunia.

Ibu mertuaku, ibu yang luar biasa. Dialah yang air susunya menjadi makanan pertama bagi suamiku. Dialah yang lebih dulu mengutamakan suamiku agar terpenuhi gizinya meskipun perutnya dalam keadaan lapar.

Continue reading

Sebelum Mata Terpejam

Pagi tadi…

Sudahkah senyumku merekah melepasmu pergi bekerja?

Sudahkah tanganmu kucium penuh hormat?

Sudahkah tenagamu tercukupkan untuk aktivitas seharian?

Menjelang siang…

Adakah aku menjaga rumah dan nama baikmu dengan baik?

Adakah aku meminta izin ke mana pun aku ingin pergi?

Adakah aku menyerap ilmu kajian untuk dibagi?

Continue reading

My Sister, My Best Friend

Rasanya baru kemarin menikah, baru kemarin lulus kuliah, baru kemarin masuk SMA, baru kemarin tes masuk SMP, baru kemarin semangat hari pertama SD, baru kemarin diantar ke TK, dan seterusnya. Kadang kala segala kenangan mampir dengan santainya ke dalam pikiran. Mengajak kita berkelana sejenak menembus lorong waktu.

Seperti hari ini misalnya. Rasanya baru kemarin saya cerita ke seluruh teman sekelas A3 di TKIT kalau adik saya baru saja dilahirkan. Tahun 1995 saat itu. Saya tidak sabar untuk melihat kulitnya yang kemerahan ketika pulang sekolah.

Continue reading