Jakarta dan Rasa Syukur

jakarta

Image source: kaskus

Bismillaah…

Jakarta selalu menyimpan berjuta kenangan di hati saya. Setiap kembali menginjakkan kaki di ibukota ini, segala memori pun menyeruak ke permukaan tanpa pernah diminta.

Saya menikmati setiap perjalanan saya di kota ini. Meski seringkali macet, bagi saya jalanan di sini begitu indah. Di atas metromini, di atas kereta, di atas transjakarta, senantiasa menjadi momen bagi saya untuk merenung, juga untuk menyusun kata-kata yang nantinya akan saya tulis.

Saya menyukai kota ini di malam hari. Kerlap-kerlip lampu ibukota, gedung-gedung bertingkatnya yang tak saya temui di kota asal saya, dan orang-orangnya yang seperti tiada lelah beraktivitas.

Jakarta dan gemerlapnya…menjadikan saya bersyukur saat ini tinggal bersama suami di kota yang sederhana. Fasilitas di kota kami mungkin tidak selengkap di Jakarta, tetapi membuat kami tidak terlalu menginginkan sesuatu yang muluk-muluk.

Jakarta dan kemacetannya…menjadikan saya bersyukur saat ini tinggal di kota yang jauh dari kata macet. Keteraturan lalu lintas di kota kami membuat masyarakatnya tertib dan terhindar dari stres di jalan raya. Suami bisa beristirahat siang di rumah bersama saya, menyantap makan siang dengan santai tanpa takut terlambat kembali ke kantor.

Jakarta dan hiruk pikuknya…menjadikan saya bersyukur saat ini tinggal di kota yang hampir tak pernah terjadi demo hingga ke memenuhi ruas jalan raya. Meskipun kadang antrian BBM begitu panjang, suasana kota tetap tenteram. Beribadah pun dilakukan dengan sangat damai sesuai kepercayaan masing-masing tanpa harus dibubuhi bumbu “toleran” dan “intoleran”.

Jakarta dan polusinya…menjadikan saya bersyukur saat ini tinggal di kota yang dipenuhi pepohonan rindang. Lahan terbuka hijau mudah ditemui di kota kami. Kami pun sama sekali tidak kesulitan mendapatkan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari.

Namun biar bagaimana pun, selalu ada rindu untuk kota bernama Jakarta itu. Di sana saya dididik menjadi mandiri, saya ditempa menjadi pejuang. Di sana saya mendapatkan kawan-kawan yang menyenangkan, meraih banyak kesempatan, dan tentunya ilmu dari berbagai kalangan.

Jakarta, sampai nanti kita berjumpa lagi!

—Dini Fitriani Tjarma

Jakarta, di penghujung Januari 2018. Ditulis selepas bernostalgia Ps.Minggu-Blok M.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s