A Personal Note on Reading (Books)

Bismillaah…

Sangat menyenangkan saat empat hari lalu saya menyaksikan seorang bapak yang usianya tak lagi muda, sedang membaca buku dengan penuh penghayatan di atas pesawat. Penulis buku itu yang saya ketahui dari tempat saya duduk adalah Ahmad Fuadi.

Penerbangan pagi Balikpapan-Surabaya

Masyaa Allah…

Di zaman sekarang di mana kebanyakan orang lebih senang membaca artikel melalui gadget mereka, bapak tersebut masih setia dengan bukunya. Ia tertunduk membaca lembar demi lembar halaman, jauh dari paparan radiasi layar gadget.

Memang harus diakui bahwa kemajuan teknologi memudahkan kita dalam berbagai hal. Dari mana saja dengan sekali klik, kita bisa membaca apapun yang kita ingin tahu. Banyak pula buku-buku bagus yang sudah ada format digitalnya dan dengan mudah kita dapat membacanya tanpa mengeluarkan biaya alias G-R-A-T-I-S. Free, baby!!!

Namun, bagi saya pribadi, ada hal-hal yang tak dapat tergantikan dari nikmatnya membaca buku.

Dimulai dengan menabung atau menyisihkan budget khusus untuk bisa membelinya.

Kemudian rasa gembira saat memasuki toko buku dan menjelajahi lorong demi lorong jejeran raknya.

Lalu, saat sampul plastiknya mulai dibuka, wangi khas buku baru………duh, ini aroma yang tidak bisa ditolak bagi siapa pun yang bersahabat dengan buku.

Dan akhirnya, saat kita tenggelam dengan alur cerita atau pembahasan bab demi bab buku yang dibaca. Hingga tak sadar kita sampai di halaman terakhir yang berarti kita membutuhkan buku baru untuk dibeli. 😬

Tak hanya sampai di situ!

Ada perasaan tidak tenang ketika buku yang dipinjam belum juga dikembalikan. Belum lagi saat dikembalikan ternyata ada halaman yang terlipat atau pembatas bukunya hilang. Pernah kesal karena hal ini? Toss dulu sama saya. Hehe.

Begitulah kegembiraan yang mungkin masih bisa ditambah daftarnya ketika membaca buku dibanding membaca gadget. Karena bapak itu tadi, saya jadi sadar bahwa kebersamaan saya dengan buku sudah sedikit berkurang. Jadi saya pun termotivasi untuk kembali menikmati waktu saya dengan buku-buku.

So, let’s have a joy of reading (books), people! 📖

—Dini Fitriani Tjarma

27 Oktober 2017, hari terakhir di Malang.

Advertisements

One thought on “A Personal Note on Reading (Books)

  1. Aku suka baca buku juga. Tapi novel siih. Suka lupa kalo udah baca buku.
    Maunya selembar lagi. Ahhh, janjiiii selembar lagi. Okeeee, ini lembar terakhir, siap ini udah dulu, dan taraaaaa tiba-tiba 1 buku dibaca.
    Ada candu terselubung disebuah novel.

    Beda kalo baca dari hp, cepat capek dan bosan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s