Rawat Kulitmu

Bismillaah…

Skincare 2017

Masih ingat sekali pertama kali saya menggunakan face wash saat SMP. Rutinitas mencuci wajah ini selalu bersamaan dengan rutinitas mandi. Masa-masa awal pubertas yang suka terpengaruh iklan. ๐Ÿ˜Œ Produk face wash yang saya gunakan pertama kali adalah Bi*re. Kebiaasaan ini pun berlanjut hingga lulus kuliah, ditambah mencuci wajah sebelum tidur.

Saya merasa kulit wajah dan tubuh saya baik-baik saja. Hingga sangat jarang berbagai produk singgah di kulit saya. Saya rasa pencuci wajah dan pelembab wajah sudah cukup untuk melindungi. Saya tidak merasa membutuhkan sun screen dan teman-temannya.

Padahal kenyataannya kulit di sekitar bibir saya pernah dalam kondisi sangat kering hingga mengelupas. Saya yang cuek menganggap itu hanya karena kurang minum air putih.

Kemudian berbagai masalah kulit pun datang satu per satu. Pori-pori saya membesar, komedo berdatangan, dark spot karena matahari, jerawat kecil bermunculan, kulit sekitar hidung kemerahan, kondisi kulit yang super dehidrasi. Ouch! ๐Ÿ˜ญ

Hingga akhirnya saya akan menikah dan perlahan sadar suami saya berhak memiliki istri yang pandai merawat diri. Kulit wajah serta tubuh bagi saya masuk dalam kategori ‘merawat diri’ ini. Saya pun mulai melakukan riset tentang kulit saya ini termasuk dalam tipe apa, apakah tipe kering, berminyak, normal, sensitif, atau kombinasi. Hal ini agar saya tahu solusinya harus diapakan dan harus menggunakan produk apa saja.

Akhir 2014 merupakan titik balik saya yang sebelumnya super cuek dengan perawatan kulit menjadi sedikit memperhatikannya. Merawat kulit dengan baik ini bagi saya adalah investasi jangka panjang. Merawat kulit ini juga jauh lebih bermanfaat bagi saya dibandingkan mengoleksi make up yang hanya menutupi kondisi asli kulit sementara. Ya alhamdulillah juga suami saya lebih senang istrinya tanpa make up. ๐Ÿ˜

Pertama kali saya mencoba mud mask untuk mengatasi komedo saya yang tidak bisa ditoleransi lagi. Selanjutnya saya mulai mencoba satu demi satu produk yang dibutuhkan kulit saya. Jika tidak cocok, coba yang lain. Yang pas dan mendatangkan efek baik, dipertahankan. Penuh trial and error.

Dibutuhkan komitmen dan konsistensi dalam merawat kulit. Jika dilakukan dengan benar dan tepat, perlahan hasilnya akan terlihat. Saya sudah membuktikannya sendiri. Ketika mulai malas dalam sehari atau dua hari melakukan tahapan perawatan, mulailah muncul jerawat kecil-kecil di wajah. Sebaliknya, ketika rutin dan sabar merawatnya, saya merasa kulit saya sangat sehat.

Satu hal yang paling saya rasakan terkait rutinitas ini adalah kulit saya jauuuuuuuh lebih lembab dari sebelumnya yang sangat kering. Jerawat pun hanya muncul ketika akan menstruasi, sebuah kondisi wajar karena faktor hormonal. Hal ini menjadi motivasi tersendiri bagi saya untuk mempertahankan kebiasaan ini. Memang tidak instan, karena seperti yang saya bilang tadi dibutuhkan konsistensi.

Teman-teman bisa mulai merawat kulitnya sedini mungkin. Semakin cepat semakin baik agar ke depannya tidak repot mengatasi masalah kulit yang bermunculan karena sebelumnya tidak peduli dengan perawatan kulit (seperti saya ini yang merasa telat). Kenali kondisi kulit masing-masing, karena tiap orang kebutuhannya berbeda. Satu produk yang cocok di orang lain belum tentu cocok untuk kulit kita. Itulah pentingnya mengetahui kondisi dan kebutuhan diri sendiri.

Merawat kulit tidak harus dengan produk super mahal. Kalau memang ada produk lokal yang harganya terjangkau dan cocok untuk kebutuhan kulit kita, tentu lebih baik digunakan dari pada memaksakan membeli produk high end yang malah tidak cocok atau berefek apapun.

Saya sendiri kalau boleh jujur, secocok-cocoknya dengan beberapa produk, tetap saja merawat kulit dengan bahan alami tetap menjadi favorit. Setidaknya seminggu sekali saya merasa butuh untuk menggunakan masker dari madu, putih telur, tomat, atau pun minyak zaitun. Tergantung saat itu sedang merasa kondisi kulitnya sedang kering, kusam, jerawatan, atau yang lain.

Minyak zaitun tetap jadi favorit

Saya pribadi sangat merasakan manfaat dari kebiasaan merawat kulit setiap hari ini. Bukan menjadi putih bersinar yang menjadi tujuan saya, melainkan kulit yang sehat dan tampak tidak kusam. Kulit yang sehat adalah aset di masa tua. Selain itu termasuk menyenangkan suami juga jika menjadi istri yang pandai merawat diri.

Jadi, yuk semangat merawat kulit kita! Sabar, konsisten, dan nikmati hasilnya.

—Dini Fitriani Tjarma

Bontang, 13 Agustus 2017. Ditulis sebelum mencuci wajah malam hari.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s