Istri yang Pandai Bersyukur

Bismillaah…

Saya senang sekali beberapa bulan lalu pernah menjadi responden penelitian tugas akhir adik mahasiswa di Fakultas Psikologi Universitas Indonesia. Penelitiannya mengenai relasi dalam pernikahan, khususnya ‘menghitung rasa syukur’ dari diri pasangan. Saya mengisi jawaban dari pertanyaan selama beberapa hari melalui link yang diberikan oleh peneliti.

screenshot link pertanyaan

Saya mengisi jawaban setiap harinya tanpa kesulitan. Saya tuliskan apa yang membuat saya bersyukur pada suami, mulai dari hal yang mungkin remeh temeh seperti menaruh pakaian kotor di tempatnya, sampai hal yang barangkali “wow”.

Saya jadi ingat untaian faedah dari sebuah kajian bahwa mengingkari kebaikan-kebaikan suami dan suka membandingkan suami dengan suami orang lain adalah perkara yang dapat menjerumuskan seorang perempuan ke dalam neraka. Naudzubillah min dzalik. Oleh karena itu, saya katakan di awal kalau saya merasa senang berpartisipasi dalam penelitian ini. Saya diingatkan lewat penelitian ini untuk selalu berterima kasih pada suami, sekecil apapun kebaikannya.

“Diperlihatkan Neraka kepadaku dan aku melihat kebanyakan penghuninya adalah kaum wanita, mereka kufur.” Para Shahabat bertanya: “Apakah disebabkan kufurnya mereka kepada Allah?” Rasul menjawab: “(Tidak), mereka kufur kepada suaminya dan mereka kufur kepada kebaikan. Seandainya seorang suami dari kalian berbuat kebaikan kepada isterinya selama setahun, kemudian isterinya melihat sesuatu yang jelek pada diri suaminya, maka dia mengatakan, ‘Aku tidak pernah melihat kebaikan pada dirimu sekalipun.’”

[Hadits shahih: Diriwayatkan oleh al-Bukhari (no. 29, 1052, 5197) dan Muslim (no. 907 (17)), Abu ‘Awanah (II/379-380), Malik (I/166-167, no. 2), an-Nasa-i (III/146, 147, 148) dan al-Baihaqi (VII/294), dari Shahabat Ibnu ‘Abbas radhiyallaahu ‘anhuma]

Sumber: https://almanhaj.or.id/2079-isteri-harus-banyak-bersyukur-dan-tidak-banyak-menuntut.html

Saudariku… Ini adalah pengingat bagi kita yang telah bersuami untuk bersyukur padanya yang telah menafkahi kita. Jangan kita menyakiti hatinya yang telah berlelah-lelah setiap hari demi memenuhi tanggung jawabnya. Jangan jatuhkan harga dirinya karena ialah pemimpin (qowwam) bagi kita, yang perintahnya dalam kebaikan wajib kita taati.

~~~

Saudariku… Bersyukurlah jika diberikan pasangan yang menerima dan mencintai diri kita apa adanya. Bersyukurlah karena pasangan kita pun bersabar dengan segala kekurangan kita. Pasangan kita tidak pula banyak menuntut hal-hal duniawi. Ia membersamai kita dalam kebaikan akhirat.

~~~

Saudariku… Minta maaflah segera apabila pernah mengingkari kebaikan pasangan. Tak perlu malu karena di antara sifat wanita shalihah adalah suka meminta maaf pada suaminya. Jangan sampai Allah tak mau melihat kita kelak di akhirat karena tidak bersyukur terhadap pasangan kita. 😢

Allah berfirman:

ذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِنْ شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ ۖ وَلَئِنْ كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٌ

“Dan (ingatlah) ketika Rabb-mu memaklumkan, ‘Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka pasti adzab-Ku sangat berat.’”

[Q.S. Ibrahim : 7]

Semoga rumah tangga kita semua semakin bahagia karena dihiasi rasa syukur. Semoga kita tidak masuk dalam golongan istri yang kufur. Baarakallaahu fiikum, saudaraku semua.

—Dini Fitriani Tjarma

Samarinda, 9 Juli 2017. Menjelang pulang ke Bontang.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s