Buka Bersama

date

image source: we heart it

Bismillaah…

Menjelang akhir Ramadhan, masih saja ada sebagian orang yang ribet merencanakan jadwal buka bersama. Seolah-olah Ramadhan hanya tentang ‘buka bersama’. Padahal Ramadhan seharusnya menjadi moment semangat beribadah menjadi lebih besar dari biasanya, karena pahalanya pun berlipat-lipat. Bahkan orang-orang yang berpuasa dapat memasuki pintu surga khusus yang dinamakan ar-Rayyan.

Sebenarnya tak ada larangan melakukan buka bersama, asalkan tak ada kesia-siaan di dalamnya. Hal yang sia-sia misalnya berkumpul dengan lawan jenis (ikhtilath) atau bahkan jadi ajang muda-mudi pacaran, gosip dan bercanda berlebihan, nongkrong tidak jelas, dan lain sebagainya. Tidak jarang shalat maghrib berjamaah di masjid bagi yang lelaki dan shalat tarawih menjadi terlewat karena terlena suasana buka bersama. Allahul musta’an…

“Puasa bukanlah dari makan, minum semata, tetapi puasa itu menahan diri dari perbuatan sia-sia dan keji.”

(H.R. Ibnu Khuzaimah dan Al-Hakim)

sumber: muslimah.or.id

Walaupun makan bersama adalah salah satu sunnah Rasulullah, hendaknya kita membingkai ‘buka bersama’ tetap dalam koridor syari’at. Pemisahan tempat antara laki-laki dan perempuan, makanannya tidak berlebihan, tidak ada musik, dan tetap memperhatikan adab makan. Buka puasa memang dianjurkan untuk disegerakan, tetapi bukan berarti makan dan minumnya jadi tergesa-gesa, tanpa berdoa, apalagi pakai acara berdiri dan meniup-niup makanan yang panas. Jangan ya. 😉

Kalau memang selama ini kita menghadiri acara buka bersama yang penuh kesia-siaan, sebaiknya dihindari. Kalau kita mampu untuk mengubahnya, yuk kita ubah. Kita hadirkan sunnah-sunnah berbuka agar buka puasa kita juga bernilai pahala. Karena waktu berbuka seharusnya menjadi waktu yang membahagiakan bagi orang yang berpuasa. Bahagia yang bukan hanya sekedar bisa makan dan minum kembali.

Kita berdoa menjelang waktu berbuka karena termasuk doa yang tidak tertolak.

Kita segerakan berbuka puasa saat tiba waktunya.

Kita awali berbuka dengan kurma berjumlah ganjil, lalu meminum air.

Kita baca doa berbuka puasa yang shahih.

Kita tunjukkan adab makan yang diajarkan Rasulullah.

***

Mari kita memohon pada Rabb Semesta Alam agar menerima puasa kita dan memasukkan kita dalam golongan orang dengan pahala puasa yang sempurna. Semoga puasa ini menjadi syafa’at bagi kita, sehingga kita dapat memasuki surga-Nya melalui pintu ar-Rayyan. Semoga Ramadhan kita penuh dengan kebaikan dan keberkahan.

Alhamdulillahilladzi bini’matihi tatimmush shalihaat…

—Dini Fitriani Tjarma

Bontang, dua hari menjelang Idul Fitri 1438 H.

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s