Dia

Bismillaah…

Dia, orang terdekat yang saya percaya setelah suami dan keluarga. Bersama dia saya tidak perlu pura-pura menjadi orang lain. Dia bisa menerima hingga kekurangan saya.

Dia, yang ada di barisan terdepan ketika saya butuh bantuan. Bersama dia saya tidak hanya melewati masa-masa senang. Dia membuat saya semakin yakin bahwa persahabatan dan persaudaraan karena Allah begitu kuat.

Dia, yang tentu saja pernah berselisih paham dengan saya. Bersama dia saya belajar memberi udzur dan mengedepankan husnuzhan. Dia berusaha berjauhan dari perilaku hasad terhadap sahabatnya.

Dia, yang membersamai saya sejak dulu. Dari saya yang begitu jahil, hingga kami mengenal hidayah sunnah. Jika disuruh untuk membuat daftar rasa syukur bersahabat dengannya, rasanya akan terlalu panjang dituliskan.

💙💙💙

Sekarang, saya kembali berjauh-jauhan lagi dengannya. Di sana, di kota sebelah, saya yakin dia akan menemukan sahabat-sahabat baru.

Jika sebelumnya obrolan kami seputar pelajaran sekolah, sekarang berbagi tips rumah tangga.

Jika sebelumnya yang ditanyakan seputar Jakarta Selatan atau pun Depok, sekarang saling share menjadi istri.

Jika sebelumnya diskusi bahan mentoring adik SMP-SMA, sekarang diskusi tentang kehidupan pasca menikah.

You are one in a million, uni.

Till we meet again. Baarakallaahu fiikum, for your little family.

Image source: facebook


 

—Dini Fitriani Tjarma

Jakarta, 9 Mei 2017. Disalin dari status facebook setahun lalu dengan beberapa tambahan. Moment yang pas karena yang bersangkutan baru kembali ke kota sebelah setelah melahirkan.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s