You Are (Too) Precious

butterfly

Image source: we heart it

Bismillaah…

Kalau tidak salah hampir lima bulan lalu, di atas kereta Jakarta-Cepu, saya menyaksikan kejadian yang -bagi saya- kurang menyenangkan. Saat itu saya terbangun malam hari melihat seorang penumpang sedang memainkan handphonenya. Posisi kursi penumpang tersebut ada di depan penumpang di samping saya, atau dengan kata lain di serong depan saya sehingga saya bisa melihat aktivitasnya.

Saya perhatikan ia membuka sebuah media sosial, kemudian scroll down, terus ke bawah, dan akhirnya berhenti di satu foto perempuan. Dia pandangi lama foto tersebut, lalu di-zoom in. Ya, ZOOM IN, saudara-saudara!!! 😞

Saya sebal sekali melihatnya, bahkan kalau boleh dibilang (maaf) jij*k. Hanya saja saya berdoa dalam hati semoga foto tersebut adalah foto istrinya sendiri. Karena menurut penilaian terbatas saya, perawakan bapak tersebut sudah cukup berumur. Jadi bagi saya, beliau sudah menikah.

Begitulah fitrah lelaki, tertarik pada fisik lawan jenisnya. Makanya Allah perintahkan ghadul bashar. Perintah menundukkan pandangan ini selain berlaku di dunia nyata, tentu juga di dunia maya. Meskipun seorang diri, cctv Allah selalu ON 24 jam. Malaikat penjaga pun mengetahui segala aktivitas kita. Tidakkah takut dicatat karena tidak taat untuk menundukkan pandangan?

Ya, tapi itulah media sosial. Sekali kita mengunggahnya, puluhan bahkan ratusan pasang mata bisa mengaksesnya. Saya sedih, karena kejahilan saya dahulu, ada banyak gambar diri terunggah. Seberapa pun kerasnya usaha saya untuk menghapusnya, jejak digital itu akan selalu ada di sana. 😭

Astaghfirullaah…

Kembali ke kejadian di kereta. Semudah itu wajah seorang wanita dinikmati. Kalau memang itu istrinya sendiri, apakah tidak cemburu jika wajah istrinya dinikmati laki-laki lain secara “gratis”? Apalagi kalau bukan istrinya sendiri. Ia begitu mudah melihat wajah seseorang yang bukan mahramnya.

Meskipun wajah wanita bukan aurat, tetapi bisa menjadi sumber fitnah. Oleh karena itu, Allah memerintahkan berhijab untuk menutup pesona seorang wanita.

“Aku tidak meninggalkan satu fitnah pun yang lebih membahayakan para lelaki selain fitnah wanita.”

(H.R. Bukhari dan Muslim)

Duhai, saudari-saudariku…

Sungguh, diri ini pun tidak lebih baik dari pada kalian. Hanya saja ini bukti cintaku padamu sebagai saudari seiman. Aku menginginkan kebaikan bagi kalian sebagaimana aku ingin kebaikan untuk diriku sendiri.

Buatlah dirimu menjadi “mahal”. Tidak sembarang mata yang bisa memandangmu dengan sangat leluasa. Jauhkan diri dari perasaan ingin dipuji dan dikagumi oleh laki-laki.

Duhai, saudari-saudariku…

Wanita yang shalihah tersembunyi rapat dalam balutan hijabnya. Ia taat pada perintah Rabb Semesta Alam. Ia membantu lawan jenis untuk menundukkan pandangan.

Wanita shalihah berusaha menutup rapat pintu fitnah. Benar bahwa kita tidak bisa mengontrol orang lain terhadap apapun yang kita unggah, tetapi berusahalah untuk bijak sebelum menekan ‘enter‘ atau ‘post‘ ke dunia maya. Karena kitalah yang bisa mengontrol postingan kita. Cermatlah, sebelum menyesal di kemudian hari.

Duhai, saudari-saudariku…

Kalian semua cantik. Cantik yang sama sekali tidak ternilai oleh materi. Maka, tidak semua orang yang bisa menikmatinya. Hanya yang terpilih yang boleh menikmati, bahkan memilikinya.

Inilah indahnya syari’at islam. Seperti halnya berlian paling mahal, maka begitu pun dirimu yang takkan terpampang nyata di etalase toko-toko. Because you are too precious, that’s why you are covered.

~~~

Semoga Allah selalu memberikan hidayahNya pada kita semua, termasuk diriku ini. Mari bersama kita contoh teladan para istri Nabi yang shalihah. Wajahnya tak kita temukan di media sosial, tetapi akhlaknya dikenang hingga sekarang. Yaa muqallibal qulub, tsabbit qalbi ‘alaa diinik.

Baarakallaahu fiikunna, saudariku semua. 💞

—Dini Fitriani Tjarma

Bontang, 25 April 2017. Pagi hari yang sangat cerah.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s