Cintai Agamamu

sosmed

Orang ini lagi, orang ini lagi. Dia yang sering sekali namanya muncul di home facebook saya. Akhir-akhir ini suka share dari akun kurang jelas dan dibubuhi caption bernada nyinyir, atau kalau tidak ikut komentar becanda kurang penting di postingan teman lain yang juga doyan nyinyir. Parahnya, orang ini agamanya islam dan yang dinyinyirin adalah hal yang berhubungan dengan agamanya sendiri. Bahkan kadang berbicara sesuatu yang dia tidak punya ilmu terhadap hal itu.

Naudzubillaah… Orang ini sadar tidak ya apa yang dia lakukan? Mengapa gemar sekali menyudutkan? Sudahkah ia belajar, memahami, dan mengamalkan agama yang penuh rahmat ini?

Jika memang ilmu akan agamanya sendiri sudah banyak, saya tidak paham mengapa ia senang sekali gunjing sana-sini di akun facebooknya. Tidak jarang yang ia gunjing adalah tokoh agama islam sendiri. Kemudian teman agama lain akan dengan senang hati mengomentari statusnya, dan mereka pun berhaha-hihi atas kekurangan orang lain. Oh please, your words define you.

Jika memang belum paham agamanya sendiri, belajarlah dulu wahai saudaraku. Jangan justru mempermalukan diri sendiri dengan berkomentar yang ilmumu belum sampai kepada hal tersebut.

Datangilah majelis-majelis ilmu. Saya jamin kamu akan merasakan taman-taman surga di dunia saat duduk mendengarkan kajian tentang agamamu. Ilmumu bertambah, pemahamanmu bertambah, dan takkan mungkin kamu berani merendahkan orang yang seiman denganmu atau orang berilmu lainnya. Kamu justru akan sangat marah saat agamamu dihina, tetapi marah dengan elegan. Bukan dengan berkata kasar apalagi memprovokasi pertengkaran.

Jika memang kamu tidak suka dengan orang-orang tertentu, tolong jangan dihujat dan merasa dirimu lebih hebat. Tahanlah tanganmu untuk mengetik sesuatu yang tidak pantas dan kata-kata yang menyesakkan dada. Apalagi jika yang kamu hina adalah mereka yang berusaha taat pada syari’at. Kalau belum bisa melakukan hal-hal sesuai syari’at, setidaknya jangan kau ingkari dengan hatimu atau pun mencaci dengan lisanmu.

Seharusnya media sosialmu menjadi saranamu mengontrol emosi dengan bijak. Tidak semua yang kamu pikirkan harus dituliskan. Tidak semua yang postingan harus kamu share ulang dan dikomentari.

Ingatlah bahwa semua statusmu, komentarmu, kata-kata yang keluar dari bibirmu, tidak akan ada yang luput dari pengawasan Allah. Malaikat kanan dan kirimu pun selalu sigap mencatat segalanya. Dan kelak, kamu harus siap mempertanggungjawabkan semuanya. SE-MU-A.

Jadi, belum terlambat untuk mulai mencintai agamamu sendiri sekarang. Belalah agamamu jika ada yang mencacinya, bukan justru dirimu yang membuka jalan untuk mencaci. Kuatkan aqidahmu, datangi majelis ilmu, amalkan isi quranmu. Maka, akhlakmu pun akan membaik atas izin Allah.

Saya sadar tidak ada satu pun manusia terbebas dari kesalahan dan kekhilafan, termasuk orang ini. Semoga Allah mengampuni dosa kita semua dan tidak membiarkan kita terjatuh dalam kubangan keburukan yang lebih dalam.

“Ya Allah tunjukkanlah aku kepada akhlak mulia. Tidak ada yang bisa menunjukkan kepada kemuliaan itu kecuali Engkau. Dan singkirkanlah akhlak yang jelek dari diriku. Tidak ada yang bisa menyingkirkan kejelekan akhlak itu kecuali Engkau.”

(H.R. Muslim: 771)

—Dini Fitriani Tjarma
Jakarta, 20 Januari 2017. Socmedmu bisa menjadi surga/nerakamu, hati-hati.
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s