Orang-Orang Baik

Betapa menyenangkannya menyaksikan kebaikan bertebaran di muka bumi. Entah itu melalui tangan orang dewasa atau pun kepolosan anak-anak. Apalagi jika kebaikan itu terasa dekat, ada di depan mata kita.

Saya tahu saya dikelilingi orang-orang baik saat suami saya pulang kerja membawakan gorengan kesukaan saya. Sederhana, tetapi tulus dilakukannya untuk menyenangkan saya. Seperti kata Ibnu Taimiyah bahwa orang yang beriman adalah yang bahagia melihat saudaranya bahagia.

Saya tahu saya dikelilingi orang baik ketika mama menanyakan anak dan menantunya sudah makan malam atau belum. Juga ketika ibu mertua bersemangat memasakkan makanan kegemaran sang anak ketika dikabarkan kami akan mampir Bojonegoro. Terlihat biasa saja, tetapi ikhlas dilakukan seorang ibu pada anak-anaknya.

Saya tahu saya dikelilingi orang baik di saat istri-istri teman kerja suami iuran tiap minggu untuk membeli nasi bungkus dan dibagikan pada jamaah masjid, tukang sapu jalanan, atau warga sekitar Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Kadang sigap melakukan garage sale demi berpartisipasi pada sumbangan bencana alam. Terdengar tak ada apa-apanya, tetapi semangat berbagi untuk meraih pahala tak boleh dipandang sebelah mata.

Saya tahu saya dikelilingi orang baik kala masyarakat berbondong-bondong membantu membangun masjid, membersihkan jalanan RT, melakukan khitanan masal, menyediakan mobil makanan gratis, dan kebaikan lain yang bahkan mata kita sangat terbatas melihat keseluruhannya. Bahkan hanya dengan menjaga lisan agar tak menyakiti sesama pun sesuatu yang baik, oh justru sangat baik.

Iman seorang hamba tidak akan istiqamah, sehingga hatinya istiqamah. Dan hati seorang hamba tidak akan istiqamah, sehingga lisannya istiqamah. Dan orang yang tetangganya tidak aman dari kejahatan-kejahatannya, tidak akan masuk surga.

(H.R. Ahmad, no. 12636, dihasankan oleh Syaikh Salim Al-Hilali di dalam Bahjatun Nazhirin, 3/13).

Alhamdulillahilladzi bini’matihi tatimmushshaalihaat…
 ~
Saya banyak dikelilingi orang-orang baik. Orang-orang yang tahu bahwa Allah selalu mengawasinya, sehingga akhlak mereka pun terjaga dari hal-hal buruh. Orang-orang yang paham bahwa kebaikan hati lebih bertahan lama dibanding kecantikan fisik.
 ~
Saya percaya masih banyak orang-orang baik di bumi Allah yang luas ini. Jika barangkali tidak kita temukan, jadilah salah satunya! Warnai sekitarmu dengan kebaikan hatimu. Karena kebaikan hati itu bukan untuk siapa-siapa, melainkan diri sendiri. Yakin!

 

—Dini Fitriani Tjarma
Bontang, penghujung 2016. Setahun menjadi penikmat kebaikan, alhamdulillaah.
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s