People Change

Bertemu dengan teman-teman lama rasanya selalu menyenangkan. Bahan obrolan seperti tidak pernah ada habisnya. Ada energi baru yang didapat jika bertemu mereka.

Beberapa hari lalu saya pun menyediakan waktu untuk bertemu ketiga teman lama saya saat kuliah. Well, masih tetap berteman baik dong sampai sekarang. Pertemuan ini sudah direncanakan jauh-jauh hari ketika saya mengabarkan akan ada di ibukota beberapa hari. Ya walaupun ada sedikit drama dalam menentukan waktu dan tempat bertemunya. 😁

Qadarullah ketiga perempuan ini bekerja di satu rumah sakit yang sama. Mereka bercerita bahwa sebelum datang ke tempat janjian, mereka habis belajar bahasa arab. Ada jadwal tersendiri untuk belajar bagi karyawan rumah sakit yang diurus oleh bagian kerohanian islamnya. Ma syaa Allah, keren amat kan ya!

Saya bahagia melihat fase demi fase perubahan ketiga teman saya tersebut. Mulai dari penampilan lahiriah mereka, sampai pada kebiasaan mengikuti kajian sunnah, serta buku-buku orang berilmu yang mereka baca. Sikap dan cara berinteraksi mereka pun sungguh baik, cerminan dari pemahaman ilmu yang diaplikasikan dalam akhlak.

Ada pula kawan dekat semasa kuliah yang sekarang saya juga begitu senang melihat perubahannya. Jeans yang dulu biasa ia kenakan, sekarang berganti menjadi gamis lebar tanpa membentuk tubuh. Kaos kaki pun tidak lupa ia pakai karena akhirnya paham bahwa kaki pun bagian dari aurat perempuan.

Namun, di lain sisi, tanpa bermaksud menyudutkan siapa pun… Ada pula beberapa teman lama yang tadinya saya tahu tidak ingin memamerkan foto diri mereka di media sosial, justru kini secara nyata mengunggahnya. Kerudung mereka yang tadinya begitu panjang dan lebar menutup b*kong (yang menjadi inspirasi saya), kini dipangkas sekian centimeter.

Dari teman-teman lama saya ini pun saya semakin yakin bahwa hidayah itu hak prerogatif Allah. Kita tidak pernah tahu kapan ia datang dan kepada siapa ia menyapa. Bahkan siapa pun yang merasa sudah berubah menjadi versi lebih baik dirinya tetap membutuhkan hidayah hingga ajal menjemputnya. Ya siapa pun, termasuk saya yang sering futur ini. 😥



People change…

Hanya saja selalu ada pilihan bagi kita untuk menjadi golongan orang yang seperti apa perubahannya. Apakah bersama mereka yang berjalan menuju lorong kegelapan? Ataukah ke arah kumpulan orang yang merindukan Surga-Nya? We choose.

Yaa muqallibal qulub, tsabbit qalbi ‘alaa diinik. Ya Allah, yang Maha Membolak-balikkan Hati, tegakkanlah hatiku di atas agama-Mu.

Semoga kalian senantiasa istiqamah dalam kebenaran dan ketaatan, kawan-kawan baikku. Baarakallaahu fiikunna. 💚


Dini Fitriani Tjarma

Jakarta, 16 Desember 2016. Di stasiun menunggu kereta.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s