Muslimah Jangan Latah

Beberapa waktu lalu, saya penasaran dengan aplikasi sn***h*t dan akhirnya mencoba mengunduhnya di handphone suami. Saya mencoba satu per satu filter-nya. Awalnya saya girang ketawa-ketiwi (atau malah norak) karena rasa penasaran itu terjawab sudah. Suami pun saya minta untuk ikut mencoba salah satu filter, hingga akhirnya suami menegur dan terjadilah percakapan ini.

Mas: Itu ngapain sih?

Saya: Mau nyobain. Lucu kan?!

Mas: Udah hapus aja. Itu bukannya kayak mengubah bentuk wajah ya? Kan nggak boleh.

Saya: … (mikir)

Mas: Hapus ya. Kita harusnya bersyukur dikasih wajah lengkap tanpa cacat. 🙂

Sedetik kemudian saya tersadar. Iya, bener kata suami. Filter-filter aplikasi tersebut memang ada yang menjadikan wajah kita seperti alien, bertanduk, lebah, kelinci, bahkan anj*ng [saya nggak nyobain yang guguk ini ya]. Ada juga face swap yang menjadikan wajah tertukar dengan wajah orang di samping. Astaghfirullah wa atubu ilaihi, terima kasih suamiku sudah mengingatkan.

Hanya karena penasaran dengan sesuatu yang sebenarnya duniawi sekali, sesuatu yang bagi kebanyakan orang “kekinian”, saya sampai melakukan hal demikian. Padahal Allah sudah menciptakan saya dengan sebaik-baik bentuk. Padahal tidaklah Allah menciptakan manusia melainkan menyesuaikan dengan fitrahnya sesuai syariat. Allah Maha Adil, Allah Maha Mengetahui.

Sesungguhnya Allah menyamakan manusia dengan anjing dan keledai serta binatang lainnya dalam rangka mencelanya. Misalnya dalam firmanNya, yang artinya:

“Dan bacakanlah kepada mereka berita orang yang telah Kami berikan kepadanya ayat-ayat Kami (pengetahuan tentang isi al Kitab). Kemudian dia melepaskan diri dari ayat-ayat itu. Lalu ia diikuti oleh syaithan (sampai ia tergoda). Maka jadilah dia termasuk orang-orang yang sesat. Dan kalau Kami menghendaki, sesungguhnya Kami tinggikan (derajat)nya dengan ayat-ayat iu. Tetapi dia cenderung kepada dunia dan menurutkan hawa nafsunya yang rendah. Maka, perumpamaannya seperti anjing jika kamu menghalaunya diulurkannya lidahnya dan jika kamu membiarkannya, dia mengulurkan lidahnya (juga). Demikian itulah perumpamaan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami. Maka ceritakanlah (kepada mereka) kisah-kisah itu agar mereka berpikir. Amat buruklah perumpamaan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami dan kepada diri mereka sendirilah mereka berbuat zhalim”

[Al A’raf/7 : 175-177]

Sumber: https://almanhaj.or.id/2559-meniru-niru-tindak-tanduk-dan-suara-suara-binatang.html

Wal ‘iyadzubillaah…

 

Sungguh, kita sebagai muslimah jangan latah!

 

Jika ada teman lain berpacaran, jangan sampai kita ikutan. Jika ada teman lain merayakan ulang tahun, jangan sampai kita ikutan. Jika ada teman lain mengadakan bridal shower, baby shower, atau shower-shower lainnya yang tidak dicontohkan generasi salafus shalih, jangan sampai kita ikutan. Teguhlah dengan prinsip islam.

 

Sungguh, kita sebagai muslimah jangan latah!

 

Hari ini ada gadget terbaru yang lebih canggih, biarkan saja. Bulan depan ada peluncuran lipstick baru yang lebih cantik warnanya, biarkan saja. Tahun mendatang mode pakaian semakin fashionable, biarkan saja. Merasa cukuplah dengan semua yang dimiliki sekarang.

 

Sungguh, kita sebagai muslimah jangan latah!

 

Teman SD kerja di perusahaan asuransi, tidak perlu iri. Teman SMP sudah bisa beli rumah dengan KPR, tidak perlu iri. Teman SMA usahanya semakin maju disponsori pinjaman dari BANK, tidak perlu iri. Banggalah dengan kesederhanaan tanpa melanggar syariat.

 

Sungguh, kita sebagai muslimah jangan latah!

 

Anak tetangga dimasukkan ke lembaga kursus musik, cukup tahu saja. Anak teman suami di kantor sudah jadi artis terkenal, cukup tahu saja. Anak sahabat kuliah sering juara lomba menyanyi, cukup tahu saja. Fokuslah mendidik anak sendiri untuk mengokohkan agama serta memperbaiki akhlaknya, karena yang dimintai pertanggungjawaban kelak adalah tentang anak sendiri, bukan anak orang lain.

 

~~~

Islam adalah agama yang sempurna. Aturannya komplit mencakup segala sisi kehidupan. Di balik semua syariatnya terdapat banyak keutamaan dan kebaikan. Jika mengaku cinta pada Allah dan Rasul-Nya, tentu tidak akan berat menjalankannya.

 

Di zaman ini memang terlalu banyak godaan untuk menjauh dari aturan Allah. Sungguh hati kita ini lemah, sedangkan fitnah secepat kilat menyambar-nyambar. Sekeras apapun kita berusaha tidak latah, akan selalu ada syaithan yang takkan henti menyesatkan manusia.

 

Maka, mintalah selalu pertolongan pada Allah agar meneguhkan hati kita di atas kebenaran. Jangan sampai kita kembali tersesat dalam riuhnya kejahiliyahan setelah nikmat hidayah kita dapatkan. Ya Allah, bantu kami, lindungi kami dari keburukan diri sendiri… :’)

 

dahulukan-agama

Image source: muslim.or.id

Untuk itu, kuingatkan kembali diriku sendiri untuk bangga dengan ketaatan, untuk memegang teguh prinsip islam, dan untuk menggigit keras sunnah Rasulullah shalallaahu ‘alaihi wa sallam. Jadi muslimah jangan latah ya, Din.

 

—Dini Fitriani Tjarma

Bontang, 10 Dzulhijjah 1437 H. Menanti suami pulang dari mencincang daging.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s