Penikmat Kebaikan

Beberapa waktu lalu, saya memperlambat laju motor yang saya kendarai demi menyaksikan sebuah adegan membahagiakan di depan mata saya. Seorang bapak yang menggonceng anaknya menepi ke kiri jalan karena topi sang anak terjatuh ditiup angin. Bapak itu tak perlu repot mengambil topi yang terbang dan mendarat di tengah jalan karena sudah ada bapak lain yang mengambilkannya. It was really nice.

Saya senyum selama beberapa menit. Sangat indah pemandangan menyejukkan itu. Apalagi jika mengingat senyum bapak penolong dan yang ditolong.

Kebaikan itu NYATA. Dekat.

Bapak penolong tidak menyia-nyiakan kesempatan berbuat baik yang datang padanya. Itu yang terus-menerus saya pikirkan. Karena ada sebagian orang yang memerlukan banyak waktu untuk berpikir ketika kesempatan berbuat baik menghampirinya.

image

Image source: path

Ma syaa Allah…

Semoga kebaikan-kebaikan terduplikasi di seluruh pejuru negeri. Menular dari  satu hati ke hati lainnya. Karena kebaikan itu seharusnya candu.

Sederhana saja. Saya ingin selalu menjadi penikmat kebaikan tiap detik, menit, jam, serta harinya.

—Dini Fitriani Tjarma
Bontang, 30 Maret 2016. Menunggu suami pulang taklim.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s