That Shoulder

There is one shoulder.

Pundak itu yang setiap hari berlelah-lelah menjemput rezeki halal untuk keluarganya.

Pundak itu yang bertanggung jawab atasku setelah diambil dari orang tuaku.

Pundak itu yang mengemban amanah agar menjaga ibunya, istrinya, adik perempuannya, serta anak-anaknya kelak dari siksa api neraka.

Jadi, bagaimana bisa aku mengeluh di hadapannya sedangkan dirinya berlipat kali lebih lelah?

Jadi, bagaimana bisa aku tak taat padanya sedangkan ia meminta dari orang tuaku dengan sebaik-baik cara?

Jadi, bagaimana bisa aku tega berbuat dosa sedangkan dirinya bersusah payah menggandeng tanganku menuju surga?

Pundak itu, pundak suamiku. Dia, yang melengkapiku.

Semoga pundaknya terus dikuatkan. Barakallahu fiih.

Bontang, 4 months after akad.

Love, D~

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s