Sebotol Air

image

Image source: google

Saya termasuk orang yang senang mengamati orang lain. Seperti contohnya sekarang saat di bandara, saya senang memperhatikan orang-orang yang sedang menunggu sama seperti saya. Saya selalu penasaran dengan apa yang mereka pikirkan. Apakah sedang memikirkan anak/istrinya di rumah, masalah di kantor, belum sempat sarapan, sedang sakit hati, riwayat penyakit yang dideritanya, dan berbagai pikiran lain.

Namun sekarang saya tertarik dari bagaimana orang-orang di bandara ini meminum minumannya. Hingga detik saya menulis ini memang belum begitu banyak orang yang saya jumpai sedang minum (kurang fokus karena ngantuk euy 😪), tapi cukup membuat saya tertarik untuk menulis ini. Karena sebagai seorang muslim, adab-adab minum pun sangat diperhatikan.

Orang pertama yang saya amati cara minumnya adalah orang di sebelah saya alias suami saya sendiri (no offense, jombs ✌). Suami memegang botol minumannya dengan tangan kanan, mengucapkan ‘bismillaah’ sebelum meminumnya, dan meneguknya sambil duduk. Tidak lupa botol minumannya pun ia beli dari hartanya yang halal in syaa Allah.

Selanjutnya saya berpapasan dengan dua orang perempuan sedang meminum minuman yang dibelinya sambil berjalan. Tidak hanya itu! Bahkan dengan tangan kiri. Ya Rabb, miris melihatnya. Jujur lebih karena kerudung yang menutupi kepala mereka.

Ah, tapi saya harus memberi udzur pada saudari-saudari saya itu. Barangkali mereka belum mengetahui ilmu tentang adabnya.

Coba yuk, kita renungkan sama-sama. 🙂

Sepertinya memang sudah menjadi pemandangan umum melihat banyak orang minum sambil berdiri atau berjalan, minum dengan tangan kiri, dan juga lupa berdoa. Bahkan tidak jarang yang muslim pun melakukan hal demikian. Sedihnya kalau yang melakukan muslimah dengan kerudungnya yang menjadi representasi Islam di mata orang lain.

Memang itu adalah amal ibadah yang ringan saja. Namun, ketika amalan yang ringan itu disepelekan pengerjaannya, bagaimana dengan amal ibadah yang besar pahalanya? *pengingat bagi saya sendiri*

“Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul dan janganlah kamu merusakkan (pahala) amal-amalmu.”

(Q.S. Muhammad: 33)

Cukuplah firman Allah tersebut menjadi pegangan kita, umat Islam, dalam menjalani segala tuntunan ibadah sekecil apa pun. Termasuk adab minum (dan makan) ini.

Dari sebotol air pagi ini, saya banyak mengambil pelajaran. Terima kasih suami di sebelah yang sudah mempraktikan ilmu yang dimiliki. Karena nanti anak-anak akan meniru orang-orang di sekitarnya, dimulai dari orang tua mereka.

Jadi, mulai sekarang kita biasakan yang benar. Membaca basmalah sebelum minum, minum dengan tangan kanan, tidak meniup jika air masih panas, minum sambil duduk, tidak mencela minuman, tidak minum dengan wadah emas atau perak, dan memuji Allah seusai minum.

“Apabila salah seorang dari kalian makan, makanlah dengan tangan kanan dan minumlah dengan tangan kanan, karena sesungguhnya setan makan dan minum dengan tangan kirinya.”

(H.R. Muslim)

Semoga Allah memberikan kemudahan dalam mengamalkan ilmu yang kita miliki. Tegur saya jika saya lupa. 😉

—Dini Fitriani Tjarma
Ditulis di Bandara Sepinggan Balikpapan, 30 September 2015. Di-publish baru hari ini. 😁

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s