FSKP

Dua bulan lalu saya yang bertanya pada seorang teman bagaimana perasaannya 16 hari menjelang pernikahannya. Sekarang saya sendiri yang merasakan. Masya Allah, ternyata seperti ini campur aduk perasaannya. 😅

Alhamdulillah banyak pihak yang membantu sejak awal. Baik dari keluarga, teman saya dan mama, atau pun pihak lain yang dengan tulus membantu kami. Dengan demikian saya tidak sampai menjadi “bridezella” hehehe (ya walaupun sempat cenat-cenut juga sih kepalanya).

Dari awal proses perkenalan, banyak sekali pertanyaan atau pun pernyataan yang bermunculan. Hingga hari ini pun respon beragam yang saya terima dari berbagai orang.

“Emang dulu kamu pacaran sama dia?”

“Teman kuliah, Din?”

“Teman SMA  juga Kak dulunya si calon?”

“Calon suamimu pasti orang hebat ya, Din.”

“Gimana sih tahu kamu yakin sama dia?”

…dan lain sebagainya.

Jodoh itu ibarat rezeki. Jika dijemput dengan cara yang baik, in syaa Allah hasilnya baik pula. Pacaran adalah cara yang bagi saya tidak baik. Setidaknya itu yang saya yakini. Jadi, saya tidak pacaran dengan FSKP.

Saya tidak mengenal FSKP sebelumnya. Kami lahir dan besar di kota yang berbeda, bahkan pulau yang berbeda pula. Saat berkuliah pun saya di bagian barat Jawa, sedangkan ia di bagian timur Jawa. Sama sekali tidak ada interaksi. Terpikir namanya pun tidak.

Qadarullah wa maa sya’a fa’al. Ternyata ia yang pertama kali memiliki keberanian menemui orang tua saya setelah bertukar biodata.

Saya tidak pernah tahu apa yang akan terjadi 16 hari ke depan. Calon suami saya bukan siapa-siapa saya. Ia tetap lelaki ajnabi bagi saya sebelum ijab-qabul terucap menggetarkan ‘Arsy-Nya.

Saya tidak pernah tahu apa yang akan terjadi 16 hari ke depan. Sekarang adalah masa-masa terberat bagi kami, karena celah setan untuk menggoda selalu ada saja. Apalagi setan tak suka melihat keturunan Adam menikah.

Saya tidak pernah tahu apa yang akan terjadi 16 hari ke depan. Tetapi tentu harapan terbaik senantiasa terlantun dalam doa. Semoga Allah meridhai segalanya.

Satu yang saya tahu.

Saya yakin dengan pilihan saya. Bukan, FSKP bukan orang hebat! Ia ikhwan biasa saja. Namun dengannya, saya yakin untuk ikhlas taat padanya.

“Allahumma laa sahlaa illaa maa ja’altahu sahlaa wa anta taj’alul hazna idza syi’ta sahlaa.” 😇

—Dini Fitriani Tjarma
Bontang, 10 September 2015. Setelah berkutat dengan undangan.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s