Ramadhan is Leaving

image

Image source: instagram

Jujur Ramadhan tahun lalu benar-benar terasa cepat. Tapi ternyata tahun ini terasa lebih cepat lagi. Tahu-tahu ia berada di penghujungnya. Ibarat bahtera, Ramadhan akan segera berlayar. Ia akan pergi meninggalkan saya, anda, dan kita semua selama 11 bulan ke depan.

Namun…
Ia akan kembali berlabuh pada hati orang-orang beriman. Apakah itu termasuk hati kita semua?

Ada sesimpul senyum saat meretas jejak Ramadhan yang telah lalu. Dini kecil yang mulai berlatih puasa. Berbuka tengah hari, dilanjut lagi setengah harinya.

Dini kecil yang selalu antusias jika tiba waktu berkumpul dengan keluarga besar mama. Menyantap sahur bersama, berbuka pun bersama-sama. Euforia Ramadhan dilengkapi dengan tugas mengisi buku khas kegiatan Ramadhan dari sekolah. (Yes, saya rajin sekali untuk mengisinya!)

Ada pula sebongkah bahagia ketika melirik Ramadhan tahun ini. Meskipun ada “keriweuhan” karena sesuatu di tahun ini, saya merasa lebih damai dengan Ramadhan kali ini. Allah hadirkan sahabat-sahabat baru yang masya Allah meneduhkan (say hi to Ghina, Teh Tiara, Upi, Yuli, dll), Allah izinkan saya menghabiskan momentum berbagi bahagia dengan keluarga, dan Allah menghentikan saya dari kebiasaan menonton TV ketika sahur yang mana acaranya cenderung melalaikan.

Yang juga tidak kalah penting adalah saya tetap sehat di Ramadhan tahun ini. Ada keluarga yang menemani sejak awal hingga detik ini. Juga ada sahabat baik yang menjauhkan dari kesia-siaan selama Ramadhan (colek Uni Mayang dan Anna).

Sungguh, ini semua adalah karunia dari Allah yang tidak akan bisa ditukar dengan apapun. Alhamdulillahilladzi bini’matihi tatimmushshalihaat.

Celakalah seorang hamba yang mendapati bulan Ramadhan kemudian Ramadhan berlalu dalam keadaan dosa-dosanya belum diampuni (oleh Allah Ta’ala).”

(H.R. Ahmad (2/254), al-Bukhari dalam “al-Adabul mufrad” (no. 644), Ibnu Hibban (no. 907) dan al-Hakim (4/170), dinyatakan shahih oleh Ibnu Hibban, al-Hakim, adz-Dzahabi dan al-Albani)

Wahai diri…

Sebelum bahtera Ramadhan itu benar-benar pergi meninggalkanmu, bersegeralah untuk melepasnya dengan amalan terbaik. Hingga nanti imanmu akan bersemi sepanjang tahun dan siap menyambutnya apabila ia berlabuh pada hatimu.

Ah, tapi belumlah tentu tahun depan kita akan menemuinya. Ia pasti datang, tetapi kita tak pasti menyambutnya. 😥

Oleh karenanya, semoga Allah mengaruniakan akhir yang baik bagi Ramadhan serta usia kita. Allahumma aamiin.

Ramadhan is leaving. It came and went so quickly. Don’t you realize that it’s a sign how quickly our lives will come and go?

So, if Ramadhan will be really missed, spend your nights and days as you did during Ramadhan. May Allah purify our souls and forgive our sins. 🙂

—Dini Fitriani Tjarma
Bontang, di hari-hari terakhir Ramadhan. Ditulis menjelang ashar.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s