Pilih Agamanya

Kebahagiaan hidup ketika berkeluarga merupakan cita-cita utama dari setiap pasangan muslim yang menikah. Aiiiiiih berat nih omongannya. Masing-masing tentu memiliki definisi dan cara untuk meraihnya. Kesemua itu dimulai dari…………memilih pasangan.

image

Image source: facebook

Pesan dari baginda Rasulullah adalah pilih yang agamanya baik, mudah-mudahan engkau akan selamat. Taribat yadak. Kalau kata As-Sahawi dalam bukunya berjudul “Bahagia Bersamamu”, sudah sewajarnya menjadikan agama sebagai parameter ketika mempertimbangkan atau menentukan pilihan dalam semua hal.

Ya, saya pun mencoba mengikuti anjuran Rasulullah tersebut. Jika ada seseorang yang datang, maka akan saya pastikan agamanya baik. Karena saya tidak bisa membayangkan kengerian saat hidup bersama seseorang yang tidak takut akan Allah.

Ia yang takut akan Allah, sudah pasti akan peduli harta yang dimakan keluarganya apakah berasal dari rezeki halal atau tidak.

Ia yang takut akan Allah, sudah pasti akan menjunjung kesetiaan dalam keluarga.

Ia yang takut akan Allah, sudah pasti tidak akan rela aurat pasangannya tersingkap sedikit pun.

Ia yang takut akan Allah, sudah pasti akan memuliakan pasangannya. Kalau pun ada hal yang tidak disuka dari istrinya, ia akan bersabar dan memberi pemakluman.

Ia yang takut akan Allah, sudah pasti akan menggenggam erat tangan istrinya di saat dunia terasa kurang bersahabat.

Ia yang takut akan Allah, sudah pasti takkan lupa baktinya pada ayah dan ibunya meskipun telah berkeluarga.

Ia yang takut akan Allah, sudah pasti akan berusaha memenuhi hak-hak pasangannya.

Mengetahui ketakutannya akan Allah sudah mulai tercermin dari bagaimana ia memperlakukan (calon) pasangannya sejak sebelum menikah. 🙂

“Siapa yang menikah karena menginginkan kehormatan maka dia akan hina. Siapa yang menikah karena mencari harta maka dia akan menjadi miskin. Namun siapa yang menikah karena agamanya maka akan Allah kumpulkan untuknya harta dan kehormatan di samping agama.”

(Sufyan ibn Uyainah)

—Dini Fitriani Tjarma
Bontang, 4 Juli 2015. Ditulis sambil menanti tarawih.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s