Something Important for The Future

Bismillaahirrahmaanirrahiim…

Tidak pernah tidak merasa “tersihir” oleh kata-kata Bunda Elly Risman saat beliau memaparkan materi seputar parenting. Beberapa hari lalu beliau kembali memaparkan pembahasan mengenai pentingnya pengasuhan anak sedari dini. Mata saya berbinar-binar selama mendengar penjelasan psikolog pakar parenting tersebut (atuhlah apa hubungannya mata berbinar sama pendengaran).

Okelah, kembali serius. Hehehe. 😛

Beberapa tahun mendatang, saya menggambarkan diri saya di masa depan sudah menjelma menjadi seorang ibu. Atas izin Allah tentunya. Bukan hal mudah di zaman sekarang untuk mendidik anak. Sungguh!

Bunda Elly mengatakan bahwa anak-anak zaman sekarang adalah generasi platinum di era digital. What word that come in your mind after knowing that fact? For me it’s challenging! Ya, sebuah tantangan bagi orang tua dan calon orang tua. Apalagi di saat kita disadarkan oleh ancaman-ancaman kejahatan seksual dan pornografi bagi anak. Naudzubillah.

Anak banyak belajar dari apa yang mereka lihat dari pada apa yang mereka dengar. Anak adalah cerminan orang tua.

(Anonymous)

Hai Dini Fitriani Tjarma tersayang, makin paham kan sekarang? Anak-anakmu kelak akan lebih banyak meniru perbuatanmu karena mereka adalah peniru ulung. Bukan hanya kamu seorang, tapi pasanganmu kelak! Kalian berdua yang akan menjadi role model bagi anak-anak kalian.

Jadi, memilih calon life partner dalam mendidik anak tidak bisa sembarangan. Karena dia dan saya nantinya yang akan menjadi contoh nyata terdekat di kehidupan mereka. Ya Allah, mohon petunjuk dan bimbingan selalu.

***

Menurut Bunda Elly, vitamin A (alias Ayah) sangat dibutuhkan dalam nutrisi pengasuhan anak. Kehadiran dan keterlibatan ayah dalam proses pengasuhan berpengaruh besar bagi seorang anak. Bila ayah dekat dengan anak, maka ketertarikan anak akan info dari teman menurun. Di sinilah ayah dapat memberikan edukasi yang baik kepada anak.

Ilmu pengetahuan mengatakan bahwa komunikasi otak kiri yang secara alami dilakukan ayah akan lebih didengar dan direkam otak anak. Berhubungan dengan ancaman seksual dan pornografi tadi, itu bisa ditolak dengan mendekatkan diri pada anak sedari kecil. Menjadi teman terbaiknya sedini mungkin. Karena ketika anak beranjak remaja dan dia merasa dekat dengan orang tuanya, dia tidak akan mencari-cari kehangatan dan penerimaan dari luar keluarga. 👪

“Perhatian dan kasih sayang adalah kata kunci pendidikan yang baik. Tidak memberi pendidikan yang baik dan maksimal adalah bentuk kejahatan orang tua terhadap anak.”

Orang tua adalah guru terbaik pendidikan bagi anak. Kata Bunda Elly, ayah harus dipastikan terlibat dalam pendidikan dan pengasuhan. Yes, karena dialah kepala sekolahnya di rumah! Sikap ayah dalam mendidik serta mengasuh sangat diperlukan anak, karena itu yang nantinya menjadi prinsip hidup anak.

Ayah bagi anak perempuan adalah standar kualitas laki-laki.

Ayah bagi anak laki-laki adalah role model laki-laki yang baik.

(Bunda Elly Risman)

Begitu pula sebaliknya untuk ibu. Jadi, berulang kali saya berkata pada diri sendiri untuk menyelesaikan urusan dengan diri sendiri terlebih dulu. Bagaimana mungkin saya ingin anak-anak yang baik dan sholih/ah jika sayanya sendiri tidak memperbaiki diri dahulu?

***

Sebelum memulai mendidik dan mengasuh anak, Bunda Elly berpesan agar duduk berdua bersama pasangan dan merumuskan tujuan pengasuhan. Mau dijadikan seperti apa sih anak kita? Ibaratnya sebuah kegiatan, maka orang tua harus memiliki family plan yang jelas.

Jika tujuan pengasuhan sudah ditentukan, silakan disepakati. Kalau di tengah jalan mulai hilang arah (namanya juga manusia suka lupa), tarik lagi agar kembali sejalur dengan tujuan pengasuhan. Dijalankan berdua bersama pasangan, lalu evaluasi secara berkala.

*Mas, jangan lupa duduk bareng membicarakan ini ya nanti. (ceritanya ngomong sama future life partner yang entah siapa) 😂

Kembali ke masalah bahaya ancaman kejahatan seksual dan pornografi tadi. Bunda Elly memberikan tujuh tips mengasuh anak sebagai pencegahan paparan negatif lingkungan.

1. Siapkan anak menjadi hamba Allah yang bertakwa. Bentengi iman anak dengan menjaga ibadahnya. Akhlak mulianya yang utama.

2. Siapkan anak menjadi calon suami atau istri. Mendidik dan mengasuh anak orientasinya harus jangka panjang, berkaitan dengan tips ketiga.

3. Siapkan anak menjadi calon ayah atau ibu. Karena mereka yang akan menjadi orang tua di masa datang bagi cucu-cucu kita. Asuh dan didik sebaik-baiknya.

4. Pilihkan lembaga pendidikan yang berkualitas. Untuk anak perempuan, tipsnya berhenti di sini. Langkah satu hingga tiga tidak bisa dialihkan pada orang lain. Orang tualah yang harus mendidik mereka. Ingat, Allah akan meminta pertanggungjawaban kelak di akhirat. 😥

5. Siapkan anak menjadi pendidik. Inilah mengapa tips bagi anak laki-laki lebih banyak. Masya Allah, karena tanggung jawab mereka lebih berat saat berkeluarga! Dia yang akan mendidik istri dan anak-anaknya.

6. Siapkan anak menjadi pengayom.

7. Ingatkan anak bahwa sebaik-baik orang adalah yang bermanfaat. Dengan pemikiran ini, insya Allah tidak ada celah untuk bertindak buruk apalagi ke arah kejahatan seksual dan pornografi. Naudzubillah.

Berat kan jadi orang tua? Udah siap kamu, Din?

Ya, memang berat. Jalan kebaikan mana ada sih yang ringan. Hadiahnya surga, masya Allah! Tentu aja penuh godaan.

Kudu siap kalau amanah itu datang. Yakin Allah akan memampukan selama keimanan pada-Nya berusaha kita tingkatkan.

Bismillaah, mulai dari diri sendiri dulu. Tularkan semangatnya nanti ke pasangan. Setelah itu pikiran-pikirannya disambungin biar bisa nular juga ke keluarga besar, ke tetangga, dan teruuuusss tiada putus. Semoga anak-anak kita kelak diselamatkan dari hal-hal buruk. Allahumma aamiin.

PR besar buat saya untuk terus belajar jadi insan yang baik, jadi calon istri dan ibu yang baik. Ya Rabb, kuatkan pundak saya.

image

Image source: facebook

Yuk, bergandengan tangan memperbaiki generasi mendatang! Sebagai muslim, pastikan orientasi semuanya adalah akhirat. 😉

Alhamdulillah ‘ala kulli haal.

—Dini Fitriani Tjarma
Bontang, 3 Juni 2015. Lega sekali selesai menulis ini.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s