Bengkok

“Pelan-pelanlah wahai Anjasyah, karena kamu tengah mengawal sesuatu yang mudah pecah.”

(HR. Bukhari)

Demikianlah nasihat Rasulullah agar memperlakukan perempuan dengan lemah lembut, dengan penuh hati-hati.

Duhai Rabb semesta alam, sungguhlah kami sebagai perempuan sangat sadar bahwa seringkali diri kami bengkok. Tak selalu lurus. Ada salah, ada khilaf.

Kalaulah kami boleh meminta, tentu kami ingin diingatkan secara santun. Dengan penuh kelembutan, dengan penuh hikmah. Agar yang bengkok tadi kembali lurus.

Walaupun nantinya mungkin akan bengkok lagi, kami harap ada yang penuh kesabaran mengingatkan lagi. Terus lagi dan lagi. Tiada ia bosan, sampai kebosanan itu sendiri yang bosan mengikutinya.

Duhai Rabb semesta alam, kami yakin Kau ciptakan kami dengan begitu istimewanya. Inilah kami yang membutuhkan bantuan agar tak sampai mematahkan apa-apa yang bengkok.

“Wanita itu bagaikan tulang rusuk. Bila engkau ingin meluruskannya, niscaya engkau menjadikannya patah, dan bila engkau bersenang-senang dengannya, niscaya engkau dapat bersenang-senang dengannya, sedangkan ia adalah bengkok.”

(Muttafaqun ‘alaihi)

Maka, kami menunggu ketetapan-Mu tiba, untuk dipertemukan dengan siapa pun yang dengannya kami rela dibantu meluruskan kebengkokan ini.

image

Image source: tumblr

—Dini Fitriani Tjarma
Bontang, 6 Mei 2015. Ditulis menjelang tengah malam.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s