#KarenaGuru

Terinspirasi dari tagar #KarenaGuru yang diprakarsai Gerakan Indonesia Mengajar, maka saya pun ingin berpartisipasi dalam tulisan kali ini. Begitu banyak bapak dan ibu guru serta bapak dan ibu dosen yang telah memberikan pelajaran berharga dalam hidup saya.

Saya Dini Fitriani, anak murid Bu Haritsah. Guru Alquran dan Hadits semasa SD ini yang mengasah bakat yang saya miliki. Beliau membantu serta mendampingi saya berprestasi setinggi mungkin.

Saya Dini Fitriani, anak murid Pak Adam Harahap. Guru Bahasa Inggris semasa SD inilah yang membuat saya berani bercakap dalam bahasa Inggris di depan ratusan siswa tiap selesai shalat dzuhur berjamaah. Beliau mengajarkan saya metode kreatif dalam mendidik siswa.

Saya Dini Fitriani, anak murid Bu Ningsih. Guru Matematika semasa SD ini masih mengingat dengan jelas nama saya sampai sekarang. Beliau yang membuat saya mencintai matematika.

Saya Dini Fitriani, anak murid Bu Rumiatiningsih. Guru Bahasa Indonesia semasa SD inilah yang mengajak saya mencintai sastra. Beliau dengan kelembutannya dalam mengajar selalu berhasil mencuri perhatian saya.

Saya Dini Fitriani, anak murid Pak Sundakir. Guru Bahasa Arab semasa SD ini yang awal mula mengenalkan saya akan bahasa Alquran. Beliau pula yang meningkatkan rasa percaya diri tiap Jumat pagi untuk mempraktikkan dialog bahasa Arab.

Saya Dini Fitriani, anak murid Bu Lina dan Bu Yuli. Duo guru matematika favorit saya semasa SMP. Dari beliau berdua lah saya belajar ‘the power of believing in someone’. Bahwa percaya pada seseorang kalau ia BISA adalah sebuah kekuatan.

Saya Dini Fitriani, anak murid Pak Bambang. Guru Biologi semasa SMP ini selalu berpenampilan sederhana. Terlepas dari kejenakaannya dalam mengajar, saya melihat ketulusan beliau untuk mendidik murid-muridnya.

Saya Dini Fitriani, anak murid Pak Jumadi dan Pak Solikhin. Guru Agama Islam dan Bahasa Indonesia semasa SMP ini selalu mengingatkan saya akan akhirat. Beliau berdua mengajak saya untuk mencintai Alquran, menjaga wudhu, berjauhan dari maksiat. Masya Allah, terharu pisan!

Saya Dini Fitriani, anak murid Pak Sukisna. Kepala sekolah semasa SMP ini yang membantu saya menghapus rasa minder sejak hari pertama sekolah. Nasihat-nasihat bijak beliau selalu berhasil memotivasi saya.

Saya Dini Fitriani, anak murid Pak Agus Budianto. Guru Bahasa Inggris semasa SMP inilah yang percaya akan potensi terselubung dalam diri saya. Beliau satu-satunya yang pernah berbincang dengan ibu saya mengenai potensi itu.

Saya Dini Fitriani, anak murid Bu Yani. Guru Bahasa Inggris semasa SMA ini tak pernah gagal membuat saya kagum akan keramahan serta keakrabannya dengan SELURUH murid. Dari sosok beliau saya menemukan tipe ideal seorang pendidik.

Saya Dini Fitriani, anak murid Pak Suharno. Guru Agama Islam semasa SMA ini sangat saya hormati. Beliau tidak lelah untuk mendorong muridnya menuju kebaikan.

Saya Dini Fitriani, anak murid Pak Mustofa. Guru Fisika semasa SMP & SMA ini yang pertama kali membuat saya bersemangat belajar fisika, juga yang pertama kali membuat saya tidak menyukai fisika (hehe). Pendampingan beliau dalam mengiringi proses berprestasi muridnya patut diacungi jempol.

Saya Dini Fitriani, anak murid Bu Lantip. Guru Biologi semasa SMA inilah yang menjadikan saya begitu gigih belajar. Metode pengajaran beliau yang unik membuat kelas tidak terasa monoton.

Saya Dini Fitriani, anak murid Pak Ratno (rahimahullah). Guru Bahasa Indonesia semasa SMA ini selalu mendorong saya menulis ilmiah dan mencintai sastra. Karena beliau lah kegemaran saya dalam membaca meningkat.

Saya Dini Fitriani, anak murid Pak Budi. Guru olahraga semasa SMA ini selalu ada ketika saya membutuhkan bantuan akan organisasi yang saya pegang. Beliau termasuk salah satu yang percaya bahwa saya bisa.

Saya Dini Fitriani, anak murid Bu Andri. Guru matematika semasa SMA ini yang mencegah saya melakukan hal buruk. Beliau lah yang pernah menyelamatkan saya dengan nasihat baiknya.

Saya Dini Fitriani, anak murid Bu Budi. Wakil kepala sekolah semasa SMA ini yang membuat saya tidak pantang menyerah saat ingin kuliah. Kelembutan beliau dalam berbicara menjadi panutan saya dalam bertata krama.

Saya Dini Fitriani, mahasiswa Bu Etty. Dosen komunitas dan manajer kemahasiswaan ini yang mengajarkan saya arti profesionalisme dalam berorganisasi. Beliau selalu bersedia ketika saya butuh pertolongan.

Saya Dini Fitriani, mahasiswa Pak Chiyar. Dosen muda Keperawatan Medikal Bedah ini yang memberi saya pecutan semangat meraih segala tujuan. Teknik komunikasi beliau dalam mengajar juga selalu membuat saya angkat topi.

Saya Dini Fitriani, mahasiswa Bu Desy. Dosen Keperawatan Anak ini teramat luas ilmunya. Kecerdasan beliau yang dibalut kerendahhatian menjadikan saya semakin menghargai beliau.

Saya Dini Fitriani, mahasiswa Bu Titi. Dosen Keperawatan Jiwa ini yang membuat saya penuh semangat menghadiri kelasnya. Keharmonisan beliau dengan suami serta anaknya menjadi inspirasi tersendiri bagi saya.

Saya Dini Fitriani, mahasiswa Bu Hening. Dosen DKKD ini terlanjur membuat saya jatuh hati dengan keluwesannya mengajar. Metode belajar beliau pun adalah yang saya senangi selama kuliah.

Saya Dini Fitriani, mahasiswa Pak Suki. Dosen komunitas ini begitu berdedikasi tinggi mengaplikasikan ilmunya. Beliau pun senantiasa mengajak seluruh elemen kampus untuk rajin mengikuti pengajian bulanan.

Saya Dini Fitriani, mahasiswa Bu Titin. Dosen Keperawatan Maternitas ini mengajarkan saya mengenai ketegasan dan tanggung jawab. Jika nama beliau ada dalam daftar pengajar tiap semester, akan selalu saya jadikan prioritas pilihan.

Saya Dini Fitriani, begitu berterima kasih pada mereka semua dan seluruh guru serta dosen saya tanpa terkecuali. Terlebih untuk orang tua saya, yang bahkan mungkin sudah mengajarkan dan mendidik saya sebelum tangisan pertama saya terdengar di dunia. Tanpa mereka, tak bisa dibayangkan hidup saya saat ini.

Semua prestasi, pencapaian, dan pemahaman akan hidup, tidak lepas #karenaguru. Semua proses perbaikan diri, tidak lepas #karenaguru. Atas segala pembelajaran berharga selama ini, jazakumullah khairan. 🙂

Selamat Hari Pendidikan Nasional 2 Mei 2015!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s