Rumah

image

Image source: Flickr

Karena sedang menghadiri acara keluarga yang sedang pindah rumah, jadi ingin menulis ini. Sekaligus sebagai pengingat bagi diri sendiri. 😉

Bagi orang-orang yang sedang membangun rumah, sebagian besar tentu mengidamkan sebuah rumah yang indah. Rumah yang sesuai dengan keinginan. Untuk membangunnya pun dibutuhkan biaya puluhan, ratusan juta, bahkan boleh jadi milyaran rupiah.

Di depan ditanami rerumputan, juga bunga beraneka rupa. Kamar ada beberapa, lantai berkeramik, dan halaman belakang yang luas. Bahan-bahan untuk membuatnya pun harus kualitas terbaik! Hingga kadang lupa bahwa rumah itu tidak ditinggali selamanya. Sungguh, itu hanya sementara. 😥

Lantas, di mana rumah yang kekal itu?

Kapan bisa kita tempati?

Seperti apa rupa rumah kita nanti?

Kira-kira berapa biayanya?

Mungkin saja, rumah kekal kita sedang dibangun sekarang. Bahan-bahannya terbuat dari amalan-amalan kita. Malaikat pencatat terus melaporkannya. Semakin baik amalan, semakin bagus kualitas rumah kita.

Jika sebaliknya, bisa jadi rumah kekal kita rapuh pondasinya atau bocor atapnya. Penyebabnya tentu tumpukan amalan buruk kita. Kalau di dunia, ayah atau tetangga bisa dimintai tolong memperbaikinya. Kalau di akhirat? Siapa yang akan menolong selain rahmat Allah?

Masih cukupkah waktu kita menabung amalan baik?

Masih adakah waktu kita menyiapkan bahan berkualitas untuk rumah kekal kita?

Semoga belum habis waktu kita.

—Dini Fitriani Tjarma
Samarinda, 11 April 2015. Malam Minggu di tengah keluarga besar.

Advertisements

2 thoughts on “Rumah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s