Sssttt… Ada yang Harus Disiapkan

Hahaha gaya amat ya judulnya, sok-sok rahasia begitu. Tapi ini hasil pemikiran saya bahwa memang ada yang harus disiapkan jika ingin……memiliki keturunan sholih dan sholihah.

Setiap orang tentu berkeinginan mempunyai anak-anak yang baik, yang menyejukkan mata serta hati orang tua, yang menurut dalam hal kebaikan. Orang tua saya pun saya yakin punya keinginan serupa. Entah saya sudah mewujudkannya atau sedang berusaha mewujudkannya, menjadi anak sholihah yang doanya menjadi manfaat bagi mereka.

Pada kesempatan shalat di masjid beberapa hari lalu, kultum ba’da maghribnya membahas mengenai ini. Samar-samar terdengar pemateri mengatakan bahwa anak sholih dan sholihah itu didapatkan dari orang tua yang sholih dan sholihah. Hal ini diturunkan. Sampai di situ saya merasa beku. “Ya Rabb, termasuk golongan sholihin kah diriku ini?”, saya bertanya getir dalam hati.

Rasulullah bersabda: Setiap anak dilahirkan dalam keadaan fitrah. Kedua orang tuanya yang akan menjadikannya Yahudi, Nasrani, atau Majusi.

Adalah hak anak untuk dipilihkan calon ibu serta bapak yang baik bagi mereka. Bahkan hak ini mereka terima jauh sebelum mereka dilahirkan. Ini yang saya maksud harus dipersiapkan. Tentang bagaimana memilihkan calon bapak yang baik untuk anak-anak saya.

Mendidik anak bukan hal yang mudah. Dalam menghadapi mereka dibutuhkan kesabaran dan kecerdikan untuk mengambil hatinya. Ada anak yang membutuhkan perlakuan lembut, ada juga yang kadang harus sedikit dikerasi (dengan tidak melebihi batas kewajaran).

Ummu Abdillah Al-Wadi’iyyah dalam bukunya “Wahai Muslimah Dengarlah Nasehatku” menyebutkan harus ada upaya tolong menolong di antara suami istri dalam mendidik anak-anaknya. Jika salah satu meremehkan kewajiban ini niscaya akan terjadi kekurangan pada sisi yang merupakan tanggung jawabnya kecuali Allah mengehendaki yang lain.

Ini adalah PR untuk mendapatkan partner hidup yang sadar bahwa membentuk anak sholih dan sholihah harus saling bahu membahu. Saya pun sebaiknya fokus memperbaiki diri terus-menerus. Bukan fokus pada seseorang yang bahkan namanya saja belum saya tahu. Biar nanti Allah yang memilihkan.

Memang kewajiban kedua orang tua untuk mencurahkan segala daya upaya dalam mendidik anak-anaknya. Namun yang harus diingat adalah, hidayah itu di tangan Allah. Manusia saja tidak mampu memberikan hidayah pada dirinya sendiri, apalagi pada orang lain. Yuk, sama-sama ikatkan hati kita pada Allah! 💜

image

Image source: flickr

Dunia itu adalah perhiasan dan sebaik-sebaik perhiasan adalah wanita yang sholihah.

(H.R. Muslim)

Semoga kita semua dikaruniakan pasangan terbaik dari sisi Allah, dilindungi dari keburukan diri sendiri dan orang lain, serta dijauhkan dari keputusan yang salah.

Ya Allah, mudahkanlah…

—Dini Fitriani Tjarma
Bontang, 2 April 2015. Kontemplasi selepas maghrib.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s