Sama-Sama

image

Image source: google

Ini lucu. Kita sama-sama suka menanti hujan. Padahal ia tak pasti datang. Tapi pasti akan turun. Ada kepastian yang tidak pasti.

Ini lucu. Dalam hujan kita sama-sama merindu. Padahal tak jelas apa yang dirindu. Tapi jelas apa yang ditunggu. Ada harap berbalut doa lirih tertuju.

Ini lucu. Bersama hujan kita sama-sama mengingat jejak silam. Padahal berulang kali deklarasi damai diucap. Tapi penyesalan, nyeri, dan pilu kembali terasa. Ada kenangan mengapung ke permukaan.

Ini lucu. Irama hujan sama-sama mengendalikan emosi kita. Padahal sebelumnya baik-baik saja.

Ini lucu. Butiran hujan sama-sama memaksa kita mengingat. Padahal sebelumnya hampir tak ada tempat.

Tapi kelucuan ini akan berakhir. Seiring jeda yang ditawarkan hujan saat tetes terakhirnya menyentuh dasar bumi.

Mungkin kita hanya harus sama-sama melapangkan dada. Meluaskan hati layaknya samudera.

Dan seandainya hujan datang lagi,
nikmati ia meski dengan kelucuan tadi.

—Dini Fitriani Tjarma
Bontang, satu malam di awal April 2015.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s