Membersamai Krucils

Dalam menciptakan apa-apa yang ada di langit serta bumi, tentu Allah memiliki kehendak dan CINTA. Itulah hakikat Sang Pencipta pada yang dicintaiNya. Termasuk kita, manusia.

Sebagai makhluk yang tidak (mungkin) bisa hidup sendiri, kita selalu berinteraksi antara satu dengan yang lain. Ke mana kaki melangkah, seberapa banyak umur bertambah, akan kita jumpai manusia-manusia lainnya untuk saling tolong-menolong dalam kebaikan. Betapa hati begitu senang ketika menyadari diri kita berguna dalam membantu sesama.

One day my juniors in college life mentioned me and a friend of mine.

image

Masya Allah… Hadza min fadhli Rabbii. Itu semua tentu bersumber dari Allah. TanganNya lah yang membuat kita mampu menolong orang lain.

Rasanya bahagia bisa menjadi saksi para junior tersebut yang awal mula menjadi mahasiswa baru, lalu direkrut dalam berbagai kegiatan untuk meningkatkan potensinya, kemudian secara alami semakin mengesankan karena memang mereka hebat dengan caranya masing-masing.

Bagaimana jika yang disaksikan adalah adik kandung sendiri? Bahagianya jauh lebih berlipat-lipat pastinya. 😍

Mungkin inilah salah satu kehendak dari Allah menitahkan takdir dengan pena-Nya bagi saya untuk membersamai krucils (adik-adik saya) selama hampir dua tahun semenjak lulus kuliah. Allah is The Best of Planner. Ia ingin saya berguna bagi adik-adik saya, menjadi saksi pertumbuhan dan perkembangan mereka.

Rasanya baru kemarin ketiga bocah itu bergiliran saya mandikan satu per satu. Dipakaikan bajunya, disisirkan rambutnya, dan diberikan wewangian khas anak-anak. Sekarang si nomor tiga dan empat sudah bisa sendiri, menyisakan si bungsu yang masih harus dibantu.

Rasanya baru kemarin pengais bungsu tidak berani tidur sendiri di kamarnya, apalagi berjalan ke kamar mandi di malam hari. Minimal ada satu orang yang menemani. Sekarang dia sudah berani. Bukan lagi masalah untuk tidur sendirian, ke masjid sendirian, atau ke kamar mandi sendirian.

Rasanya baru kemarin adik-adikku belajar membaca. “BANK BRI” dibaca “benak bri”, lalu “baby shop” dibaca “babi syo-op”. Mereka pun kesulitan akan konsep perkalian juga pembagian. Sekarang semakin pintar dengan teknik berhitung jari. Hafalannya juga luar biasa.

Rasanya baru kemarin saya mengayun si bungsu di ayunan. Seperti baru kemarin dia masih memakai diapers dan harus diganti berkali-kali dalam sehari. Ketika masih tidur sekamar, kakaknya terpaksa bangun tengah malam saat ia mengompol. Sekarang kemampuan toiletingnya meningkat. Selamat tinggal diapers dan enuresis!

Semua terasa seperti kemarin. Padahal mereka telah tumbuh dan berkembang. Kemampuan kognitifnya, motoriknya, psikososialnya, serta spiritualnya semakin meningkat dari hari ke hari. Ya Rabb, berikan rahmat dan barakah kepada mereka selalu.

Indeed, being the eldest is awesome. Karena Allah cinta, maka Dia menempatkan saya di sini saat ini. Saya percaya. 🙂

—Dini Fitriani Tjarma
Bontang, 29 Maret 2015. Malam Senin yang tenang.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s