Potret Masa Lalu

Bismillaahirrahmaanirrahiim…

Seringkali kita menganggap luka-luka itu sudah sepenuhnya terobati. Namun, ketika masa lalu kembali tergambar dalam pikiran, ada nyeri yang terasa perih. Ah, rupanya kita belum benar-benar sembuh!

Kesalahan-kesalahan itu, dosa-dosa itu, aduhai pilu sekali jika dikenang kembali. Melakukannya berulang kali dengan atau tanpa kesadaran hati. Terlalu lama berjalan menjauh hingga mungkin akhirnya tersesat.

Lalu, Ia datang dengan cinta-Nya. Sungguh memang, hati yang lemah dan rapuh ini butuh disentuh dengan perlahan dan sangat lembut. Ke sana ke mari mencari penawar luka, ternyata begitu dekat keberadaannya. Saat menyadarinya, timbul rasa penyesalan mendalam diiringi air mata memohon pengampunan.

Sang Maha Cinta pun tidak akan tinggal diam. Yakinlah, Dia akan menolong kita. Tinggal kita sendiri yang memastikan, apakah kaki ini benar-benar melangkah menuju pelita yang ditunjukkan oleh-Nya dan bersungguh-sungguh mengukir cinta hanya untuk-Nya.

Kini, biarlah bayang-bayang kelam itu tertinggal di belakang. Potret masa lalu takkan berubah, juga tidak akan pernah ke mana-mana. Adalah kita, manusia yang penuh dosa, yang harus terus berjalan ke depan. Walau tertatih, jangan pernah berhenti.

Yaa muqollibal qulub, tsabbit qolbi ‘alaa diinik. 💖

Alhamdulillah ‘ala kulli haal.

—Dini Fitriani Tjarma
Bontang, sore hari menunggu ashar.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s