Ibu Rumah Tangga

Pekerjaan yang satu ini memang tidak cukup populer. Darinya tidak ada penghasilan yang bisa meningkatkan nilai ekonomi keluarga. Sama sekali kurang prestisius.

Mengurus rumah tangga? Tetap diam di rumah mendidik anak-anak? Berat beneeeeeerrrr.

Makanya hanya orang-orang yang ikhlas dan memiliki iman akan pahala di hari akhir yang mau serta sanggup menjalaninya. Mereka sadar bahwa tugas itu adalah ladang pahala baginya. Mereka paham bahwa segala jerih payah akan ada ganjaran, karena balasan itu sebanding dengan kadar lelahnya.

Adakah agama lain yang menjunjung tinggi kedudukan perempuan sebagai seorang istri, ibu, dan anak seperti halnya Islam? 🙂

Perempuan tidak diwajibkan mencari nafkah (di luar rumah), tidak diwajibkan shalat jama’ah di masjid, tidak diwajibkan shalat Jumat, juga tidak diwajibkan berjihad dengan mengangkat senjata.

Maka, ketika seorang ibu rumah tangga dengan khidmat mengurus suami dan anak-anaknya, menjaga rumah dan harta suaminya, dan mendidik generasi yang akan meneruskan peradaban Islam, itu adalah hal berharga baginya. Gajinya langsung dari Sang Maha Pemurah. Pahala dari sisi-Nya insya Allah.

Ya, memang berat.

Ya, memang lelah.

Ya, memang butuh stok sabar yang banyak.

Namun, tidakkah indah saat anak-anak nantinya mengenang kita sebagai ibu yang kuat dan tangguh?

—Dini Fitriani Tjarma
Bontang, sore hari yang santai.

*didedikasikan untuk seluruh ibu dan (calon) ibu hebat di mana pun berada.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s