Relawan

Yang ini berita banjir, yang itu berita banjir. Di mana-mana berita banjir Jakarta. Layaknya ujian nasional setahun sekali, begitu juga berita banjir tahunan ini.

Sejak masa sekolah, saya merasa akrab dengan kegiatan sosial. Terjun ke masyarakat, membantu mereka dari dekat. Terutama ketika mulai mengenal dan bergabung dengan Palang Merah Indonesia (PMI).

Rasanya seperti ada sesuatu yang hilang dan tidak lengkap jika melewatkan kegiatan tersebut. Itulah yang saya rasakan saat tahun pertama kuliah. Saya bergabung dengan organisasi/komunitas tingkat universitas saat itu. Tapi yang saya lakukan tetap membuat hati saya hampa, setidaknya menurut saya. Hingga saya putuskan tidak aktif lagi dan beralih ke organisasi fakultas sendiri.

Departemen Pengabdian Masyarakat BEM FIK UI 2011 yang akhirnya kembali memberi “isi” pada kehampaan hati. Saya kembali akrab dengan kegiatan-kegiatan yang selama ini dirindukan. Ke lokasi pengungsian kebakaran, cek kesehatan dan pengobatan gratis korban banjir, mengajar adik-adik tiap Sabtu di Sekolah Peduli Anak, mengecek tekanan darah warga yang berolahraga Minggu pagi, dsb.

Sampai saya turut bergabung dalam Masyarakat Relawan Indonesia di bawah Aksi Cepat Tanggap (ACT). Di sana saya menemukan orang-orang yang ketulusan hatinya dalam mengabdi tidak perlu diragukan lagi.

image

Image source: personal gallery

Musim banjir seperti ini adalah waktu-waktu mobil ACT sibuk berkeliling ke daerah rawan banjir di Jakarta dan sekitarnya. Dokter, mahasiswa relawan, dan staf ACT adalah yang biasa ada di dalam mobil itu. Tidak lupa pula obat-obatan serta bantuan lainnya. Thanks to Dana, salah satu teman baik di kampus yang awal mula membuka koneksi hingga tercipta hubungan baik antara ACT dan BEM FIK UI.

Keterlibatan saya bersama ACT memang tak sebanyak teman-teman lain. Jika ada “panggilan kemanusiaan”, saya tidak selalu bisa turut serta. Meski begitu, saya terlalu bahagia sempat mengenal kakak-kakak relawan yang luar biasa.

Mereka, relawan, sadar tak bisa membantu banyak dengan harta. Waktu serta tenaga yang bisa mereka upayakan. Waktu untuk memangkas liburan, waktu untuk mencari donasi, waktu untuk berbagi. Tenaga untuk membangun tenda darurat, tenaga untuk berdiri berjam-jam melayani korban bencana, tenaga untuk memulihkan trauma anak-anak.

I miss doing that kinda activity. Wholeheartedly.

Semoga Allah balas kebaikan seluruh relawan di mana pun mereka berada. Terima kasih atas segala pelajaran hidupnya, kakak-kakak. 🙂

—Dini Fitriani Tjarma
Bontang, 11 Februari 2015; 22.40 WITA.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s