Simplicity of Happiness

Pagi tadi rumah dihebohkan dengan teriakan adik-adik.

“Kaaaak, banjir di depan rumaaah!”

Rupanya hujan seharian kemarin membuat air sungai yang memang tidak jauh dari rumah meluap. Banjir pun semakin siang semakin meninggi. Sampai saya menuliskan ini, air masih berada di tangga teras rumah.

Motor mama juga sempat mogok di tengah genangan banjir. Hal itu membuat kami terisolasi sementara tidak bisa ke mana-mana. Murid les absen dulu hari ini karena khawatir mobil orang tuanya terjebak di depan rumah. Apalagi hujan masih tetap turun hingga maghrib tadi.

Jika mau berkeluh kesah, sudah kami lakukan sejak tadi. Menjemput adik-adik dari sekolah sedikit kesulitan, rencana untuk keluar tidak jadi semua, dll. Namun, saya pribadi memilih sebaliknya.

Hujan adalah rahmat dari Allah. Karena hujan dan banjir, sore tadi kami bisa berkumpul sekeluarga. Adik-adik tidak keluar untuk bermain seperti biasa. Kemudian kami menyantap singkong goreng hangat bersama-sama. Menunya sederhana, tapi entah mengapa rasanya lezat tiada terkira.

Hujan adalah rahmat dari Allah. Karena hujan dan banjir, sore tadi saya bisa istirahat karena memang sudah dua hari kurang enak badan. Murid les tidak datang dan saya bisa memulihkan kondisi.

See?

Semua skenario Allah adalah kebaikan. Selalu ada hal-hal indah nan membahagiakan tak kasat mata dari apa-apa yang boleh jadi kita anggap musibah.

Bayangkan seandainya saya memilih mengeluh. Sudahlah energi saya habis buat menggerutu, toh banjir tetap saja terjadi. Bahkan bisa saja saya semakin cepat menua karena otot-otot wajah saya selalu menegang karena mengeluh.

Happiness is a state of mind.
Happiness is something we define and create.
Happiness is……….indeed simple. ๐Ÿ™‚

Menemukan kebahagiaan dari hal-hal sederhana selalu menenteramkan. Terutama jika dibandingkan dengan mengeluh atas sesuatu yang tidak ada atau tidak terjadi. Just prove it by yourself!

Saya jadi ingat sekitar dua atau tiga bulan lalu mencoba berpartisipasi dalam #30DaysOfSimpleHappiness di akun instagram saya. Saat itu kondisi saya sedang dalam keadaan sedih karena salah satu rencana saya di tahun 2014 terhenti di tengah jalan. Jadi, saya memutuskan mengikuti itu sebagai pengingat bahwa ada banyak hal yang patut saya syukuri dibanding setitik kesedihan itu. Jauh, jauuuuuuuh lebih banyak.

Ini adalah beberapa yang saya share di akun saya.

image

image

image

image

Itu adalah 4/30 dari total #30DaysOfSimpleHappiness versi saya. Awalnya tujuan saya untuk menghibur diri saya sendiri. Namun semakin hari saya pun sadar bahwa memang terlampau banyak nikmat dari Allah yang patut disyukuri dibanding kesedihan yang tidak ada apa-apanya itu.

Bisa makan pempek membuat bahagia, menemani adik-adik belajar membuat bahagia, dan menatap langit yang cerah membuat bahagia. Termasuk hujan pun ternyata bisa membuat saya bahagia. Jadi, bagaimana mungkin saya harus mengeluh jika hari ini turun hujan?

“Dan jika kamu menghitung-hitung nikmat Allah, niscaya kamu tak dapat menentukan jumlahnya.”

(Q.S. An-Nahl: 18)

Mohon maaf ya Allah jika selama ini masih suka kecolongan untuk mengeluh. Karena sungguh ilmu pengetahun kami terbatas, sedangkan Engkau tidak.

Jadi, kalau menemukan saya murung, sedih, mengeluh, atau hal-hal tidak enak lainnya, tolong diingatkan ya. ๐Ÿ˜‰

—Dini Fitriani Tjarma
Bontang, di satu malam yang sunyi.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s