Dirgahayu Kampusku

Saya ingat sekali ketika Ujian Akhir Sekolah kelas 12, ada beberapa mata pelajaran yang mengharuskan ujian praktik di samping ujian tertulis. Salah satunya adalah Bahasa Indonesia. Sang guru memberikan tugas menulis artikel atau pun feature minimal satu lembar.

Saya sudah menyiapkan bahan tulisan sejak dari rumah. Sampai sekarang saya masih menyimpan tulisan itu. Dengan gagah tulisan saya berjudul “Masuk UI, Siapa Takut?”. *mata berbinar-binar*

Saya pun membuka tulisan dengan kutipan ini:

Membangun bangsa Indonesia dimulai dari membangun UI.

(Usman Chatib Warsa, Rektor UI 2002-2007)

Ya, saat itu memang semangat saya sangat membara untuk bisa masuk Universitas Indonesia. Sebuah universitas yang menyandang nama bangsa. Menakjubkan, tulisan saya pun mendapat nilai nyaris sempurna. Terima kasih, Pak Tanjung. :’)

Empat tahun terlalui sudah menjadi bagian dari yellow jacket. Hampir dua tahun saya menjadi alumninya. Bukan hal mudah untuk bisa bertahan di dalamnya atau pun menerima setiap hal yang ada padanya.

Empat tahun dilalui dengan berbagai rasa. Senang, sedih, haru, bangga, kecewa, cinta. Perjuangannya pun tidak main-main. Kadang tertatih, terjatuh, berjalan mulus, merangkak, atau juga berlari.

Empat tahun bertemu orang-orang hebat. Mahasiswanya, dosennya, pekerjanya, penjaga keamanannya, dan setiap insan yang terlibat di sekitarnya. Ada berjuta pembelajaran tersemai dalam tiap sel-sel otak dan sela-sela hati kami.

image

Di hari jadinya kini, waktu seakan menyedot diri ini kembali menyusuri tiap kenangan bersamanya.

Ingatkah pertama kalinya menginjakkan kaki di sana?
Ingatkah saat mengantri panjang untuk daftar ulang SNMPTN?
Ingatkah berjalan dari stasiun UI dengan berpakaian putih-putih untuk penyambutan perdana?
Ingatkah pelepasan burung-burung untuk meramaikan hutan kampus dengan kicauannya?

Ah, tapi ada juga berbagai hal yang tak sempat menjadi kenangan.

Bagaimana bisa selama empat tahun belum pernah menjelajah UI Wood? 😌
Bagaimana bisa selama empat tahun belum pernah makan di kantin Fakultas Hukum, sedangkan fakultas lain sudah? 😁
Bagaimana bisa selama empat tahun tidak pernah menginap di asrama? 😪
Bagaimana bisa selama empat tahun tidak pernah bermain kasti di rotunda? 😒

Oke, oke, terlepas dari itu semua, saya ingin berterima kasih pada diri saya di tahun 2009.

Terima kasih wahai diri yang saat itu berumur 17 tahun untuk tidak pantang menyerah.

Terima kasih untuk terus berusaha.

Terima kasih untuk tetap percaya pada mimpi.

Terima kasih untuk rajin belajar dan memiliki daya saing tinggi.

Terima kasih untuk menjadikan UI tak sekedar angan-angan.

Menutup tulisan ini, mari kembali kita ingat hymne universitas yang selalu sukses membuat haru, bahkan sejak pertama kali mendengarnya.

“Almamaterku setia berjasa. Universitas Indonesia. Kami wargamu, bertekad bersatu. Kami amalkan tri dharmamu. Dan mengabdi Tuhan, dan mengabdi bangsa, dan negara Indonesia.” (Hymne UI)

Dirgahayu UI! Tetaplah membanggakan, teruslah melesat tinggi!

UI!
Kepal jari jadi tinju
UI, UI Kampusku
Bersatu almamaterku
UI!

—Dini Fitriani Tjarma (FIK UI, 2009/2013)
Bontang, 2 Februari 2015; 22.58 WITA.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s