Rules Police

Beberapa jam lalu, tante saya bersedia mengantarkan saya dan si adik bungsu ke pusat perbelanjaan setelah kasihan melihat kami mau naik angkot. Hehehe padahal mah udah biasa naik angkutan umum. Sebelum naik motor saya bertanya, “Nggak pakai helm kah, Tante?” Jawabannya tidak. Zzz akhirnya saya tetap ngotot pakai helm.

Saya sudah terbiasa memakai helm, mau jauh atau dekat jaraknya. Saat memakai pun harus dipastikan bunyi ‘klik’ tanda pengaitnya terpasang. Kaca spion motor harus dua. Jika ada tanda batas kecepatan maksimal akan saya turuti. Di lampu merah jika ada petunjuk belok kiri ikuti isyarat lampu, tentu akan saya patuhi meskipun keadaan jalan sepi. SIM dan STNK harus selalu dibawa, sekalian KTP juga.

Sampai sini nyambung kan maksud tulisannya? Satu frekuensi tidak sama saya yang menulis? Hihihi. 😀

Yup! Saya selalu berusaha mengikuti setiap peraturan yang berlaku. Orang mungkin akan menganggap saya kaku, tapi memang seperti itulah saya. Eh, coba tanya aja ding sama teman-teman saya, saya kaku atau tidak hahaha.

Contoh lagi kondisi yang lain. Tiap ada tulisan pull-push/tarik-dorong di pintu-pintu masuk toko, saya akan mematuhi. Dulu saat di kampus ada peraturan tidak boleh memakai jeans, saya pun mencoba mematuhi dengan tidak pernah memakainya selama ke kampus. Atau misalnya peraturan tidak boleh menyalakan telepon genggam di pesawat, selalu saya patuhi.

Ada lagi yang saya benar-benar mencoba mematuhi walaupun terkadang abai. Itu adalah penulisan Ejaan yang Disempurnakan (EyD). Kalau ada istilah grammar nazi, saya sepertinya EyD nazi. 😂 Eh, tapi beneran serius! Saya berusaha sebisa mungkin mengikuti aturan EyD. Peletakan tanda baca, huruf besar dan kecil, penyingkatan kata yang sesuai, penulisan kata serapan yang harus dicetak miring, dan lain sebagainya selalu saya ingat. Bahkan dulu saat peer group memeriksa skripsi, saya paling banyak mengoreksi aturan penulisan skripsi teman-teman agar sesuai panduan. 😛

Itulah mengapa saya menjuluki diri saya sendiri sebagai “rules police“. Polisi aturan. Yes, I always try to obey every rule in each place/field. Mungkin karena ini juga saya memilih komisi disiplin di kepanitiaan ospek fakultas dulu (terus?).

Saya sadar yang saya lakukan belum sempurna, kadang lupa atau acuh tak acuh dengan aturan. Contohnya aja di blog ini, banyak kata-kata tidak baku yang lupa saya tulis miring. *hiyaaaa menyesal* Namun saya berharap ketidakpatuhan itu hanya sebagian kecil saja.

Semoga kebiasaan ini bisa konsisten dilakukan dalam menjalankan aturan-aturan dari Allah untuk kebaikan agama saya. Meskipun terkadang terasa berat (gitu deh setan suka godain), tetapi saya yakin hadiahnya indah tiada terkira.

Ya Allah, mohon bimbingan selalu. 🙂

—Dini Fitriani Tjarma
Samarinda, 11 Januari 2015. 15:59 WITA, ditulis sebelum pulang ke Bontang.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s