Periksa Alasanmu

Kita tidak pernah memilih dilahirkan di keluarga yang seperti apa. Kita tidak pernah memilih siapa yang menjadi ayah, ibu, adik, dan kakak kita. Hanya saja kita bisa memilih siapa yang menjadi teman dekat dan yang akan menjadi teman hidup kita. Eeeeaaa~

Halah ngebanyol wae kamu, Din. Oke sekarang serius. Beneran serius. 👌

Jika kamu memilih bersahabat karena ia cantik nan rupawan, percayalah kamu akan kecewa jika nanti ada cacat pada fisiknya.

Jika kamu bersahabat dengannya karena ia menyenangkan, sungguh kamu akan kecewa jika suatu hari ia begitu menjengkelkan.

Jika kamu bersahabat tersebab ia cemerlang otaknya, jangan salahkan jika kelak ia tak sanggup menjawab salah satu pertanyaanmu dan kamu akan kecewa.

Jika kamu bersahabat hanya karena kekayaannya, sudah barang tentu kamu akan kembali kecewa jika ia menjadi miskin tanpa harta mengelilinginya.

Evaluasi kembali alasan yang menjadikanmu memilihnya sebagai kawan dekat. Karena jika muara semuanya adalah karena Allah dan untuk Allah, insya Allah takkan ada kekecewaan yang sempat singgah.

Hai saudari-saudariku, apa kabar kalian semua? 🙂

—Dini Fitriani Tjarma
Bontang, 18 Desember 2014. Ditulis sambil menatap langit senja dari jendela kamar.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s