Ingat-Ingat Mereka yang Ingat

Dini……! Apa kabar?”

Kira-kira seperti itu sapaan awal teman lama saya dua bulan lalu. Kami sama-sama lolos ke tahap kedua tes sebuah institusi dan rupanya sama-sama memilih bagian Manajemen Pelayanan Kesehatan sehingga kami satu ruangan. Kebetulan? No. Tentu sudah Allah takdirkan.

Sapaannya hangat. Senyumnya merekah. Kami pun berbincang hampir satu jam lamanya sembari menunggu tes yang belum dimulai.

Sebut saja dia T. Dia adalah teman SD saya. Lulus SD, meski masih satu kota, kami tidak lagi satu sekolah. Kuliah pun berbeda kota. Saya di Depok dan T di Malang. Terbilang sepuluh tahun lebih kami tak lagi saling berjumpa.

Semasa SD (seingat saya) kami tidak pernah sekelas. Kami pun tidak berada dalam satu circle permainan. Namun dia masih mengenali saya. Bahkan menjelma menjadi sosok lebih ramah dan santun dari yang dulu saya kenal.

Kebetulan tempat tes kami dua bulan lalu tidak dilalui kendaraan umum. Jadi saat tes berakhir, saya kebingungan bagaimana cara menuju pool bis untuk pulang ke rumah (karena lokasi tes beda kota dengan rumah, butuh 6 jam perjalanan). T yang menyadari kegundahan saya pun tanpa ragu membantu. Ia menelepon kenalannya yang bisa mengantarkan saya.

Ya Allah…

Teman lama yang sudah bertahun-tahun tidak bertemu begitu baik pada saya. Sederhana mungkin kelihatannya. Tetapi efeknya luar biasa bagi saya. Efek itu bisa bertahan dalam jangka waktu yang lama karena pasti memiliki tempat tersendiri di hati saya.

Masih ada lagi kisah-kisah serupa seperti T ini. Saya yang bukan siapa-siapa, bukan pula orang populer di antara teman sebaya, tetapi diingat oleh sebagian dari mereka. Bahkan hal-hal terkecil yang boleh jadi luput dari kesadaran saya sebagai individu. How sweet!

Jika begini, sebegitu beratkah lidahmu mendoakan kebaikan-kebaikan bagi mereka yang mengingatmu? Din, ingat-ingat mereka yang ingat, Diiiiiin! *ceritanya ngomong ke diri sendiri* Selipkan nama-nama mereka dalam tiap doamu. Tidak perlu resah, karena di langit mungkin akan ada yang menyahut, “Bagimu demikian.” 🙂

 

—Dini Fitriani Tjarma
Bontang, 13 November 2014. 14.00 WITA.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s