Saksi Bisu

Pernah tidak kalian menatap satu benda di kamar kalian dan sedetik kemudian pikiran kalian dipenuhi segala bayang-bayang kenangan dengan benda itu? Saya pernah. Bahkan mungkin hampir setiap hari karena benda itu dengan mudahnya terlihat tiap kali saya berada di kamar.

Ini dia penampakannya…

image

Wah, kalian hebat deh bisa menebaknya! Hahaha sok tahu. 😛 Itu adalah jas klinik saya semasa kuliah. Jas klinik itu tergantung rapi di lemari. Jas klinik itu pula yang acapkali membuat hati ini berdesir (tsaaah) bila menatapnya.

Jas klinik tersebut sudah banyak menemani perjalanan praktik saya semasa kuliah empat tahun kemarin. Dia sudah pergi ke pemukiman di salah satu sudut Kota Bogor, ke Lembaga Pemasyarakatan Anak di Tangerang, ke Sekolah Luar Biasa di Depok, dan masih banyak lagi.

Sebenarnya ada beberapa atribut praktik lain yang menjadi teman jas klinik ini. Hanya saja sudah tidak menjadi milik saya sekarang. Jas lab entah dipinjam siapa belum kembali, jas almamater sudah dilahap si jago merah, dan seragam klinik sudah diwariskan ke teman dan adik kelas yang ikut profesi. Sepertinya tinggal jas klinik ini yang menjadi saksi bisu perjuangan. *sambil mengelap air mata*

Jas klinik ini selalu membuat rindu. Rindu untuk hadir di tengah-tengah masyarakat atau pun di hiruk-pikuk rumah sakit. Jas klinik dengan sejuta cerita.

Setidaknya ada kisah yang bisa dibagi untuk anak cucu kelak. “Nak, jas klinik ibu ini dulu………dst.” 🙂

—Dini Fitriani Tjarma
Bontang, 25 Oktober 2014. 10:35 WITA.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s