Kelak, Akan Ada Masanya

Kelak, akan ada masanya kita pergi berdua bersama-sama. Mendaki gunung yang sama, menatap pantai yang sama, atau menikmati hijau rerumputan yang sama. Kemudian kita berkali-kali mengucap syukur menghirup udara segar tanpa polusi udara.

Kelak, akan ada masanya kita tertawa bersama-sama. Kau menceritakan pengalaman menggelikan, aku mendengar sembari memperbaiki letak jam tangan. Lalu kita pun akan lupa segala penat yang sempat singgah selama sepekan.

Kelak, akan ada masanya kita diskusi bersama. Tentang masalah yang ingin dicari solusinya, juga tentang isi buku yang selesai dibaca. Sesudahnya kita menyeduh teh bersama, duduk semeja mendengar bisikan angin tanpa bersuara.

Kelak, akan ada masanya kita bertumbuh bersama. Berjalan beriringan saling menguatkan, saling mengingatkan, saling membahagiakan. Selanjutnya kita menua berdua, menyongsong usia yang semakin senja.

Kelak, akan ada masanya. Kita hanya perlu meyakininya.

 

—Dini Fitriani Tjarma

Bontang, 13 Juni 2014. 09:59 WITA.

Advertisements

One thought on “Kelak, Akan Ada Masanya

  1. Pingback: 10K Hits | Kasten Verhaal

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s