Susahnya Jadi Introvert

I’m an introvert. Ow yeah, who cares? Hehehe.

Sepakat dong kalau orang introvert itu lebih senang memendam perasaan sendiri? Termasuk saya. Apa yang ada dalam kepala saya biasanya akan susah dikeluarkan dengan kata-kata melalui bibir. Makanya lebih senang menulis, saking susahnya ngomong langsung. Rasanya segala yang ada di kepala dan hati lebih mudah mengalir melalui tulisan.

Tapi terkadang itu sih yang bikin menantang. Kadang jadi susah mengungkapkan secara langsung, secara gamblang, apa yang kita maksud. Hal ini berlaku terutama untuk orang-orang terdekat. Dari kecil juga nggak terbiasa untuk seperti itu. Misalnya untuk bilang, “Aku sayang sama mama“. Rasanya beraaaaaatttttt banget untuk diucapkan, padahal mah aslinya sayang banget.

Duh, apalagi sama adik sendiri. Kalau sama yang kecil-kecil sih santai aja bilang “adekku sayang” tiap hari ke mereka. Beda halnya dengan adik yang persis di bawah saya. Kami beda 4 tahun. I love her and I know she loves me, too. Hanya saja memang kami sedari kecil tidak terbiasa mengucapkan kata-kata sayang itu satu sama lain. Siap-siap aja untuk mendengar celetukan, “Apaan sih?!” kalau salah satu dari kami sampai bilang sayang. Haha.

Susah juga kan?! Padahal sesekali pengeeeeeeen banget bilang begini ke mama atau papa:

Mama/papa sehat terus ya. Semoga dijauhkan dari segala penyakit yang membahayakan dan disembuhkan dari segala penyakit yang mungkin sekarang diderita. Semoga mama/papa dikasih umur panjang untuk lihat kakak nikah dan sukses, sampai punya cucu. Semoga kakak bisa bikin mama/papa bangga dan bahagia. Doain kakak jadi anak sholihah ya, Ma/Pa.

Atau sesekali bilang ini secara langsung ke dek Puspa:

Kamu kuliahnya yang bener, yang rajin. Jangan kebanyakan begadang, jangan sampai telat makan. Dihemat duitnya biar nggak sampai kelaparan. Harus lebih baik dari kakak, harus yakin. Jaga kesehatan biar nggak gampang lemes apalagi pingsan.

Tapi yah gitu, mana mungkin berani bilang kalau udah di depan mereka. Susah juga kan?!

***

Nothing’s wrong for being an introvert. It’s okay for not being able to express your affection. 

Menunjukkan rasa sayang bermacam-macam caranya. Melalui doa yang tak ada putusnya adalah salah satunya. Di hadapan-Nya tentu lebih mudah menyampaikan segalanya.

Karena tak dapat ku ungkapkan kata yang paling cinta, ku pasrahkan saja dalam doa.

—Sapardi Djoko Damono

Terima kasih Allah atas nikmat menengadahkan tangan dan berdoa dalam tiap shalat kami, sujud panjang kami, serta bangun malam kami. Kami yakin Kau takkan bosan mendengarnya. Mendengar segala doa bagi mereka yang kami cinta, yang kami ingin untuk selalu dekat dengan kami hingga ke surga. 🙂

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s