Jarak Kita

Seharian ini hujan turun membasahi bumi. Seolah ia bisa mendengar rintihan rindu sang bumi pada langit. Bumi dan langit. Terpisah tapi terikat. Dan rintik hujan menghubungkannya.

Seharian ini ada yang tersedu sedan. Rupanya ada yang rindunya berbalaskan. Padahal sejak kemarin ia berkoar bahwa tak ada yang boleh melebihi rasa rindu yang telah lama ia simpan. Sendirian.

Seharian ini hujan menemani. Seharian ini ada yang bersembunyi. Hujan menemani yang bersembunyi, menanti seorang ‘tuk membawanya pergi.

Pada akhirnya tidak akan cukup diuraikan. Seperti bumi dan langit yang berjarak, lautan pun mainkan peran membuat jarak. Tetap di sana, jangan ke mana-mana. Biar saja begini, tunggu hujan kita sendiri.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s