Mengenang Setahun Lalu

Semua berawal dari interview kemarin.

Pak I: Kamu angkatan berapa?

Saya: Saya angkatan 2009, Pak.

Pak I: Kalau boleh tahu, kenapa nggak ikut profesi?

Jedaaaaaarrrrr!!! Pertanyaan yang paling berat untuk saya jawab. Kalau boleh jujur, ya sedih sih sebenarnya. Tapi saya mengenali diri saya sendiri, saya paham batas kemampuan fisik diri saya. Jadi saya putuskan untuk tidak ikut program profesi.

Seperti yang sudah seringkali saya ucapkan dalam beberapa tulisan saya. Saya tidak pernah menyesali empat tahun belajar di FIK UI. Sekali pun tidak. Saya banyak belajar kehidupan selama menjadi mahasiswa di sana. Salah satunya dari praktik di semester terakhir. Coba deh, mana lagi fakultas yang mahasiswa tingkat akhirnya harus tetap praktik sembari mengerjakan skripsi instead of ngerjain skripsi tok? Hehehe. 😛

Semester delapan tahun lalu, saya dan teman-teman seangkatan harus menjalani Praktik Keperawatan Gerontik. Praktik dengan oma-opa lansia. Kelompok saya saat itu mendapat kesempatan untuk praktik di salah satu PSTW (Panti Sosial Tresna Werdha) Jakarta Timur. Kami harus melakukan asuhan keperawatan lansia di Wisma Edelweis yang mana lansia di dalam wisma itu semuanya adalah OPA-OPA yang TOTAL CARE. Yuhuuuu, serius deh tantangan banget!

Satu hari di sela-sela praktik tiba-tiba mama saya menelepon.

Mama: Lagi ngapain, Kak?

Saya: Lagi praktik, Ma. Di panti jompo.

Mama: Hiiiii, mama nggak mau deh sampai renta begitu hidupnya. Nggak mau nyusahin orang. Semoga anak-anaknya sudah sukses hidup enak sebelum mama lansia.

Lah???!!! Si mama bikin mewek aja di tengah-tengah praktik. Bisa bae nyambungin obrolannya ke arah sana.

***

Nah, dari obrolan itu saya semakin bertekad untuk mendampingi orang tua saya di masa tuanya. Menemani mereka, merawat mereka, membuat mereka bahagia. Itulah mengapa saya tidak pernah menyesali menjadi mahasiswa FIK UI walaupun tidak mengikuti profesi. Karena empat tahun menimba ilmu membuat saya belajar menghargai manusia, dari bayi hingga lansia. 🙂

Semoga ilmu ini bermanfaat. Semoga ilmu yang dimiliki pembaca tulisan ini bermanfaat pula. Semoga kita semua senantiasa menuntut ilmu karena toh tiap Muslim diwajibkan menuntut ilmu.

Salam,

Bersama teman kelompok dan opa-opa Wisma Edelweis usai intervensi

Bersama teman kelompok dan opa-opa Wisma Edelweis usai intervensi

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s